Roh Ibu Pulang

Roh Ibu Pulang

Ibu saya semasa hayatnya adalah seorang wanita yang kurang sihat. Beliau memang menghidapi penyakit lelah yang sangat kuat, kerapkali diserang semput dan lemah jantung.. akhirnya beliau meninggal dunia kira-kira lima tahun dulu. Ibu saya bernama Fatimah, beliau dan saya memanglah sangat intim seperti kawan baik, kerana ibu saya sangat memahami perasaan saya. Semasa beliau terlantar di katil dipenghujung hayatnya, saya selalu berada disisinya dan merawatnya.. kini saya merasa sangat hiba dengan ketiadaannya.

Setelah menduda selama setahun ayah saya telah berkhawin semula dengan kenalanya yang bernama makcik Aminah. Ibu tiri saya berpindah kerumah kami di Bukit Batok setelah angkat nikah, saya merasa sangat jangkal dengan kehadiran wanita lain yang mengantikan ibu tersayang dan saya dapat merasakan kehadiran ibu pada setiap malam.. seolah-olah beliau menemani saya tidur, kadang-kadang terdengar nyanyian lagu kegemaran ibu.

Pada suatu malam makcik Aminah telah meminta saya saya menolongnya menghias rumah semula mengikut seleranya dan mengarahkan saya membuang banyak perhiasan dan barang-barang peninggalan ibu. Sedang kami sibut mengemas saya terdengar bunyi geledahan yang jelas, sepertinya ada orang lain mengatur  dan mengemas barang didapur, sedangkan pada ketika itu hanya kami berdua berada dirumah. Bunyi bising itu berlarutan buat seketika, makcik Aminah bertanyakan pada saya apa yang berlaku…kerana dia juga mendegarnya. Saya beranikan diri, pelahan-lahan menuju keruang dapur untuk pastikan apa sebenarnya terjadi.

Dari pintu dapur, saya dapati semua barang dan parhiasan teratur semula seperti sediakala. Dihujung penjuru ruang dapur saya ternampak susuk tubuh seorang wanita berbaju serba putih memerhatikan saya, wajahnya seiras ibu saya yang telah meninggal dunia dan saya terjegat melihat wajahnya yang penuh kesedihan, seolah-olah ada banyak persolan yang ingin beliau katakan. Saya tersentak dengan tepukan makcik Aminah dibahu saya, bertanya apa yang saya sedang perhatikan.. kemudian kami dapat rasakan seram-sejuk dan ibu lenyap dari padangan.

Semenjak kejadian pada malam itu banyak lagi ganguan-ganguan berlaku yang sangat menakutkan makcik Aminah, seperti peralatan rumah berpindah tempat, pingan-mangkok jatuh pecah tanpa sebab, pintu bilik terhempas kuat dan kadangkala suasana didalam  rumah terasa sangat dingin walaupun disiang hari. Suatu malam saya menerima panggilan telifon dari ayah semasa saya sedang mengulangkaji pelajaran dikolong flat bersama teman.. Ayah meminta saya pulang segera kerana makcik Aminah terkunci didalam rumah menangis ketakutan dan ayah tiadak dapat pulang kerana bertugas.

Saya bergegas pulang membuka pitu pagar mengunakan kuci yang saya pegang, menolak pintu pelahan-lahan saya dapati ruang tamu gelap gelita dan tidak terlihat makcik Aminah dimana-mana. Setelah mencarinya dari ruang keruang flat lima bilik itu, saya ketemui makcik Aminah terperuk didalam kamar stor berkemban.. menutup muka dengan tanganya, menanggis ketakutan dan memeluk erat tubuh saya, sampai saya dapat rasakan getaran tanganya.

Setelah malam itu makcik Aminah pulang ke rumah ibu bapanya dan engan kembali kerumah kami. Ayah cuba memujuknya tetapi tiada membuahkan kesan, sehingga ayah tidak ada pilihan terpaksa menjual rumah kami dan berpindah kekawasan Queenstown, barulah makcik Aminah setuju untuk kembali semula. Kini saya telah berkeluarga sendiri dan berpindah bersama suami saya.

Menyingkap kembali tentang apa yang telah terjadi pada malam terakhir makcik Aminah dirumah kami, saya diberitahu ketika dia sedang mandi dibilik air ada orang mengetuk-getuk pintu bilik air dengan kuat buat beberapa ketika yang agak lama. Menyakan saya yang mengetuk, makcik Aminah segera mengenakan kain dan membuka pintu.. Dia melihat kelibat baru sahaja keluar dari bilik, Dengan memanggil nama saya dia mengejar kelibat itu hingga keruang tamu… Pada ketika itulah lampu didalam rumah semua terpadam dengan semena-mena dan lembaga itu berhenti lalu berpaling kearah makcik Aminah.

Menuruknya, lembaga itu yang bercahaya putih didalam suasan gelap dengan rambut mengelurai panjang, seolah-olah terapong-apong dan megeluarkan suara garau yang sangat menyeramkan. Makcik Aminah menjadi sangat gerun.. cuba menyalakan lampu tetapi tidak berjaya, dalam ketakutan yang amat sangat makcik Aminah menyapai telefon bimbitnya lalu bersembunyi didalam bilik stor.. lembaga itu terus mencakar-cakar dengan suara yang mengerikan.

Bagi saya .. tidak mungkin ibu yang telah menggangu kami selama ini, kerana pernah saya mendengar cerita, ada seorang wanita cina telah lompat bunuh diri dan jatuh betul-betul dihadapan rumah saya. Ada juga cerita dari mak Long saya, bercerita bahawa ayah telah berkenalan dengan ibu saya yang datang dari keluarga berada, kerana sangat mencintai ayah lalu ibu sanggup mengingkari keluarganya yang tidak merestui perkawinan itu. Katanya ayah sudah berjanji kepada ibu, akan selalu setia bersama ibu hingga keakhir hayat.

Apa pun jua kemungkinanya saya sangat merindui ibu hingga kehari ini dan selalu berdoa agar rohnya senantiasa dicucuri rahmat tuhan.

Ragam Hantu Kalimantan Timur

cerpen.info (4)

Kalimantan Timur adalah sebuah kawasan yang berpenduduk sangat sedikit dari daerah pulau pulau lain di Indonesia. Tentu daratan ini memiliki hutan yang sangat luas. Dalam sebuah desa atau dusun ada yang hanya berpenduduk paling banyak dua puluh jiwa.

Walau hutan hutan di Kalimantan Timur telah porak poranda akibat illegal logging dan ’banjir kap’ sejak tahun 70-an yang dilakukan berbagai perusahaan kayu, tetap saja hutan hutan ini tak pernah habis. Kerusakan ekosistim akibat pembabatan memang ada, namun tak banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat pedalaman yang tinggal diberbagai pelosok desa atau dusun.

Pada waktu tahun-tahun 70-an ke bawah, hutan di Kaltim sangat kaya dengan hasil hutan ikutan seperti damar dan rotan. Belum lagi hasil yang terkandung di dalam buminya. Dan setiap hutan sudah tentu ada penunggu atau penghuni yang tak terlihat, dengan sebutan lain kalau bukan orang Gaib atau Bunian, pastilah disebut “Hantu Hutan”. Begitulah kepercayaan masyarakat yang berdiam di daerah pedalaman yang hingga sampai saat sekarang masih sering menjadi buah bibir.

Kalau yang disebut orang bunian atau orang gaib hanyalah satu. Tetapi kalau yang disebut hantu, sangatlah banyak dan beragam.

Hantu Orang

Ada Hantu Orang, yang kalau berjalan dengan rambut terurai ke depan menutupi wajahnya.

Hantu Kuyang

Ada Hantu Kuyang, yang kerjanya mengincar orang beranak atau mati muda. Hantu yang satu ini senang mengisap darah orang yang hendak melahirkan atau memakan mayat wanita muda yang meninggal karena melahirkan.

Hantu Penanggalan

Ada Hantu Penanggalan. Hantu yang satu ini berbentuk kepala tanpa badan dan terbang ke sana ke mari dengan incaran yang sama seperti Hantu Kuyang. Bedanya dia dapat bepergian jauh dengan kepalanya yang bisa terbang.

Hantu Bangsi

Ada lagi yang disebut Hantu Bangsi. Hantu ini keberadaannya di dalam hutan dan berbentuk wanita menggendong anak memburu siapapun yang bisa jadi mangsanya. Anak yang digendongnya masih dengan tali pusar yang terjulur dari kemaluan hingga ke pusar si anak yang digendong. Hantu ini memberi tanda pada mangsanya yaitu dengan setumpuk bercak bercak darah di atas tanah sebanyak tujuh tumpuk. Jadi siapapun yang menemukan bercak darah tersebut jika tak cepat kembali, atau terus berjalan hingga ketumpukan yang ke tujuh, maka jadilah dia korban si hantu. Anak bayi yang digendong dilemparkannya ke arah korban. Anak tersebut langsung melengket dan mengisap darah korban dengan darah yang disalurkan melalui tali pusar kepada ibunya. Korban akan mati kehabisan darah dengan sangat mengerikan karena selain kehabisan darah korban bagai mengering keriput seperti mayat yang dikeringkan.

Hantu Kesot

Ada lagi yang disebut Hantu Kesot. Hantu ini tidak berjalan dengan kakinya tetapi dia berjalan dengan pantat yang dikesotkan di atas tanah. Hantu ini kebanyakan menunggu mangsa yang lewat ditempat dia tinggal. Sasarannya bukan hanya manusia tetapi juga binatang seperti rusa dan babi. Dia baru pindah dari tempatnya ke tempat yang baru jika sudah dapat mangsa. Tetapi jika belum selama itu pula dia berada di sana.

Hantu Kesot bentuknya seperti Orang Hutan, tetapi dia bisa tak terlihat dan mampu mempengaruhi mangsa agar mendekat kepadanya. Ini kata cerita, namun ada pula yang mengatakan Hantu Kesot ini adalah Orang Utan yang sudah tua dan tak lagi mampu berjalan sehingga dia hanya menanti mangsa yang melaluinya. Namun jika benar mahluk tersebut adalah orang utan yang telah ketuaan, tentu jika dia mati ada yang pernah menemukan bangkainya. Benar tidaknya hingga sampai sekarang tak ada yang pasti mengetahuinya.

Hantu Lungun

Ada yang disebut Hantu Lungun. (Lungun adalah semacam peti mati suku Dayak pedalaman yang masih menganut agama kepercayaan). Ceritanya jika ada orang yang meninggal, mayatnya dimasukkan ke dalam Lungun tersebut yang kemudian ditaruh bersandar pada sebatang pohon besar, tidak dikebumikan seperti orang yang sudah memeluk agama Islam atau Kristen.

Lungun tersebut tidak selamanya berada di tempat itu. Pada waktunya Lungun tersebut dibawa dan dikuburkan pada suatu lubang di tebing pinggir gunung. Kalau orang lagi bernasib sial, dia bisa berjumpa dengan hantu Lungun ini. Tetapi bukan berarti yang jadi hantu adalah orang mati yang dibuat ke dalam Lungun tersebut. Hantu yang disebut hantu Lungun ini akan mengejar mangsanya dengan jalan seperti bertumbang lesung. Korban yang dikejar akan ditimpa peti Lungun tersebut hingga tewas. Tentu saja tewas, karena yang menimpa adalah Lungun yang terbuat dari sebatang kayu yang cukup berat.

Hantu Belau

Ada lagi cerita lain tentang hantu hutan di Kalimantan Timur. Hantu yang satu ini bukanlah hantu pemangsa manusia. Tetapi hantu yang satu ini adalah hantu nakal yang kerjanya mengganggu dan menyesatkan manusia jika berada di dalam hutan. Menurut cerita orang yang pernah bertemu, hantu tersebut amatlah kecil bagai anak anak yang baru berumur lima tahun, namun wajah mereka tua-tua dan kebanyakan berambut merah.

Namun ada pula yang mengatakan kalau Hantu yang disebut “Belau“ ini bukanlah hantu. Tetapi bisa disebut manusia kerdil yang sangat liar. Kerjanya bermain di pinggiran sungai sambil mencari ikan sebagai makanan pokoknya. Dalam bahasa pedalaman “Belau“ itu adalah arti dari sebutan kata liar.

Kesukaan hantu Belau ini menyesatkan orang yang berjalan di dalam hutan. Apalagi kalau si orang tersebut memang sesat. Orang tersebut tambah disesatkan ke arah berlawanan dari asal datangnya. Sering Belau ini meniru suara seseorang dengan menyahuti jika orang yang tersesat memanggil-manggil nama temannya yang terpisah.

Makin sering memanggil dan berteriak. Belau pun makin sering menyahut dan meminta agar menyusuri arah suara sehingga orang yang tersesat tambah sesat dan berhari-hari berputar di situ situ saja.

Menurut cerita, kalau di pinggiran sungai yang berpasir banyak terdapat jejak kaki seperti anak-anak, maka dapat dipastikan jejak tersebut adalah jejak kaki Hantu Belau tersebut. Apalagi jeriji telapak kakinya hanya ada empat jari saja.

Nah hal ini hanyalah merupakan petunjuk kalau sekali waktu memasuki hutan. Jika tersesat jangan berteriak supaya tidak disesatkan oleh Hantu nakal yang bernama Belau ini. Namun kalau ingin mencoba, silakan masukilah hutan di pedalaman, siapa tahu dapat pengalaman dan bertemu dengan manusia atau hantu yang disebut “ Belau “.

Credit : Dunia Seram

Kisah Seram – KUCING HITAM DI MUKA PINTU

Kucing HitamKucing hitam banyak dikisahkan didalam novelis seram yang menyatakan bahawa kucing boleh menjadi belaan ataupun makhluk halus yang menyamar sebagai menjadi haiwan untuk menjadi pemerhati kepada tuannya agar dapat mengawasi tingkah laku mangsa. kisah aku ini diceritakan ini adalah dari sedutan kisah terperinci dari kakakku berkenaan dengan kucing ini sehinggakan aku dapat mengambarkan dan mengzahirkannya di kotak fikiranku bagaimana kejadian yang berlaku itu sehinggakan aku dapat merasai keseraman tatkala berlaku dihadapan mata… yang selama ini tidak pernah aku duga…

Selalunya keluarga kami amat sukakan kucing dan pernah membela seekor kucing jantan yang yang dinamakan “untung”. Kucing kami ini sombong sikit dan tidak berapa gemar bermanja-manja tetapi jika ia pulang atau pergi keluar rumah… ia pasti akan mengiaw seakan membertahu bahwa ia hendak keluar atau meberikan salam bila balik ke rumah… Kakak ketiga aku sudah berkahwin dan berpindah ke bangi dan menetap disana. Di kawasan kejiranan flat yang dihuni dalam keadaan bertingkat-tingkat… selalunya penghuni hanya membela haiwan perliharaan di dalam rumah sahaja dan jarang dibiarkan bebas merayau di koridor agar kucing tidak membuang kotoran atau kencing merata-rata…

Bila dibela di dalam rumah kucing selalu akan manja sangat dan kadang-kadang takut dengan dunia luar… tetapi sekali kita ajar dia keluar… hari-hari macam ‘ KUCING KEPANASAN’ sebab ada ramai “awek” kat luar… mana best duduk dalam rumah… macam orang jugak… hahahaha…

Suami kakak aku pun ada membela seekor kucing hitam yang katanya dia jumpe di bawah tangga rumah… Anak kucing yang mempunyai mata yang galak dan berwarna hitam pekat itu dibawa naik atas dasar kasihan. Kebetulan kakak aku tinggal dirumah seorang diri dan surirumah tangga sepenuh masa dan atas sebab itu abang ipar aku pikir bolehlah dibuat sebagai haiwan peliharaan…

Pada mulanya kucing yang dinamakan ” tam ” itu okay sahaja… manja, pandai bawak diri dan jarang membuat bising atau merayau di dalam rumah yang banyak penjuru atau ceruk-ceruk. Tam hanya berbaing di kawasan kegemaran dia dan akan bermain dengan abang ipar aku. Abang ipar aku pun amat senang dengan sikap tam yang nampak kurang mengada-ngada.

Apabila sampai waktu malam waktu kakakku masuk ke bilik..pasti kakak aku akan melihat tam sudah tidur di tempatnya. Bila tam ada di ruang tamu..kakak aku pun masuklah tidur macam biasa.Kadang-kadang kakak ku cerita ada malam-malam yang tetentu kedengaran bunyi seakan bising dan pinggan berlaga didapur. Bila kakak aku bangun dan menjengah ke ruangan dapur… tiada apa-apa yang bergrak atau terjatuh. Kakak aku terus menuju kebilik setelah pasti tiada apa yang terjadi. Khuatir juga jika ada pencuri masuk dan menyelongkar rumahnya…

Semasa melintas di ruang tamu… kakakku terpandang kelibat kucing hitam seakan tam berlari pantas ke dapur..kakak aku menoleh tetapi melihat tam tidur di tempatnya… Sangkaan kakakku..matanya mengantuk… jadi mungkin dia salah tengok..mungkin juga tikus yang berlarian riang setelah tuan rumah dah tidur… Masa berlalu kakakku telah terlupa tentang kejadian itu. Pada suatu malam… abang iparku bali lewat kerana mengantikan pekerja yang ponteng pada malam itu. Jadi mungkin hanaya esok pagi sahaja abang iparku pulang, Kakak ku seperti biasa… pada malam jam 8.30… kakakku menonton televisyen serta menyiapkan makan malam. Sambil memasak didapur… suara penyampai tv3 membaca berita amat jelas kedengaran.Rumah flat kakakku itu pintunya tebal dan kedap bunyi… dan jika radio terpasang kuat pun… hanya berkumandang di dalam rumah sahaja… dan tidak menganggu jiran sebelah menyebelah… kakakku sengaja memasang kuat TV itu kerana kadang -kadangkala kakakku merasa seperti dirinya sedang diperhatikan oleh sesuatu… Apabila ada bunyi-bunyian di dalam rumah kakakku tidak terasa sunyi dan seram…

Tam seperti biasa baring dan melihat skrin televisyen yang memeaparkan gambar yang bergerak-gerak. kakakku tiba -tiba terlihat seperti seekor kucing menyelinap di celah kerusi. Kakakku terpandang sekilas dan segera mencari arah kucing (yang disangkakan Tam) di mana kali terakhir ianaya dilihat. Kakakku tersangat haitan kerana Tam masih ditempatnye..khusyuk melihat tv. Hati kakakku tak sedap dan segera menyudahkan kerja di dapur dan segera ke depan televisyen untuk menonton. Kakakku melihat Tam tiba-tiba bangun dari tempatnya dan menyembunyikan dirinya di celah kaki kakakku. Kakakku bertanya kepada Tam yang kelihatan mengeram perlahan dan merenung di sekitar seperti ada sesuatu yang menganggu matanya…

Tiba-tiba… terpaku dan mengigil kakakku melihat susuk kucing yang besar berwarna hitam merenung kakakku dengan tajam. Mata kucing itu bersinar dan berwarna merah merenung tepat ke arah kakakku. Kakakku masih terpaku kerana terlalu terperanjat dan takut. Bagaimana kucing yang agak besar itu boleh masuk ke rumah sedangkan kakakku telah mengunci pintu sedari pukul 7.00 malam tadi???

Kakakku teus beristigfar… dan cuba bertenang. Tam seperti agak takut melihat kucing yang boleh dikira sekali besar dari saiznya… Segenap kekuatan kakakku cuba melawan cara halus…

kakakku membacakan ayatul kursi dengan kuat dan cuba membacanya dengan betul walaupun terlalu gugup…semakin kakakku membaca dengan kuat… kucing itu bagai melangkah kedepan… menghampiri kakakku yang kecemasan…

Matanya yang merah menyala bagaikan ada nyalaan api didalammya amatlah menyeramkan..suasana yang agak tegang menengelamkan segala bunyi televisyen.Kakakku cuba sedaya upaya menghabiskan bacaannya dan mengulanginya beberapa kali.. Sambil itu kakakku cuab menghalau kucing misteri itu

“Aku tak kenal kau…buat apa kau datang sini…” kata kakakku…

“Baik kau keluar dari rumah ini dan balik ke rumah tuan kau…” sambung kakakku lagi yang telah mula berani..

kakakku segera mencapai sebatang kayu yang ada di tepi kerusi iaitu kayu seakan rotan padu yang memang disimpan didalam rumah untuk menghalau binatang berbisa. Kakakku mengacukan kayu itu ke arah kucing misteri itu.

Kucing misteri itu berhenti dan memandang dengan marah. Mulutnya terbuka mempamerkan taringnya yang panjang dan tajam. Sekali lagi kakakku terpaku kerana amat panjang dan luar biasa taringnya.kakakku telah pasti itu bukan kucing biasa…dan jelmaan daripada makhluk halus… Kakakku terus menghayunkan kayu dan bangun mengejar kucing misteri itu.

Kucing itu tiba-tiba terus melompat ke arah tingkap dan menghilang begitu sahaja… Kakak ku yang pucat lesi kerana amat terkejut kucing itu tiba-tiba melompat keluar terus terduduk dan mengucap beberapa kali.

Credit : Sumber

Cerita Hantu – Kawasan Perumahan Misteri

cerpen.info (10)

Saya dari Johor.. Saya ingin berkongsi cerita dan perkara ini berlaku pada diri saya dan suami. Kami bercadang ingin membeli rumah lelong. Cari punya cari akhirnya jumpalah rumah pangsa, harga unit rumah di sana sangat murah, cuma RM7000, mempunyai tiga bilik tidur dan dua bilik air. Tanpa berfikir panjang kami terus telefon ejen perumahan, siap daftar sekali, cuma duit cengkeram belum dilangsaikan. Saya sangat suka, niat di hati saya nak sewakan.

Semalam saya ajak suami pergi lihat rumah yang ingin dibeli. Kata suami, “Kita mana ada kunci rumah, yang???” Saya jawab, “Alah kita tengok dari luar aje, apa salahnya???” Suami pun turutlah apa kata saya. Kami sampai di rumah pangsa itu pada waktu Maghrib. Saya lihat kawasan rumah itu dari bawah, saya nampak cuma satu unit rumah saja yang bernyala lampunya. Saya pun cakap dengan suami, “Abang tingkat empat kenapa ada satu rumah saja orang tinggal, deretan yang lain kosong aje???” Suami saya menjawab, “Alah mereka belum balik kerja, lagipun kita beli untuk disewakan, awak kan takut tempat tinggi… Jom lah kita naik atas…” Saya pun ikutlah suami naik ke atas.

Ini kali pertama yang saya alami sendiri. Sampai saja tingkat empat, semua gelap gelita, dah macam kawasan perumahan yang dah ditinggalkan lama. Pintu dan tingkap pun banyak yang dah terkopak. Seluruh badan saya dah rasa seram. Rumah yang saya tengok dari bawah tadi terang-benderang siap dipasang langsir berwarna ungu, kini jadi gelap, pintunya juga terkopak. Saya dah rasa lain, terus turun tangga. Suami panggil saya, “Sinilah turun… Awak sini kita patah balik…” Tanpa disengajakan, saya tertengking suami, “Diamlah… Turun sini saja dahlah!!!” Suami terus ikut saya. Sepanjang turun tangga hingga ke bawah, kami berdua tak berkata sepatah perkataan pun.

Sampai di tempat meletak kereta, kami masuk dalam kereta dan saling berpandangan dan tengok lagi ke tingkat atas. Tadi sebelum naik ke atas, unit rumah yang terang-benderang siap saya ingat lagi dengan langsir berwarna ungu. Bila naik atas jadi gelap-gelita, pintu di deretan tingkat itu semua dah terkopak tapi bila dah sampai di bawah semula, kami berdua lihat ke atas dan nampak unit rumah itu terang-benderang. Tanpa berfikir panjang, saya dan suami terus pulang ke rumah. Sempat suami berkata, “Kita bermimpi ke???” Saya diam seribu bahasa. Jantung dah laju, tak boleh berkata apa-apa.

 

Credit : Dunia Seram

Cerita Hantu – Kisah Cermin

Kisah Cermin

Kejadian ni berlaku pada tahun 2010. Kisahnya bermula pada suatu hari tu.

Kawan aku ni (Aku gelarkan die Ina jelah ye), Ina ni baru pindah dari puchong ke mount kiara. Name tempat or alamat aku takkan nyatakan disini.. Harap maaf.. Rumah baru die tu memang cantik dan juga mahal.. Die berpindah ke situ kerana berdekatan dengan pejabat dimana tempat dia bekerja.. Umah die jenis condo kot.. Aku pun dah tak berapa ingat.

Ina betul-betul gembira lah sebab dah lama die impikan nak tinggal kat kawasan tu. Hari pertama dia berpindah kesitu dia dapati rumah tu dah siap dengan perabot, senang lah hati die sebab tak perlu beli semua dah siap tinggal bawak pakaian jelah. Die pun memeriksa bilik tidur.. Memang cantik sebab katil, almari ,meja solek and meja menulis pun ada.. Pendek kata memang lengkap lah condo tu.

Yang menjadi kegilaan Ina adalah cermin yang berada di toilet biliknya itu.. Memang cantik cermin tu. Mulanya die nak buang sebab mak dia pernah pesan kat umah jangan letak cermin banyak-banyak, dia tak tau kenapa mak die pesan gitu kat dia. Tapi kerana cermin tu begitu lah cantik dan menarik minat die,die tak jadi lah buang. Cermin tu memang besar sebab die cakap dengan aku cermin tu boleh nampak satu body die. Ok lah tu kan sebab cermin besar tentu harga pun besar kan.

Malam pertama die tido kat umah tu die dapat rasakan ada bende yang tak kena sebab perasaan die rase umah ni something wrong somewhere sebab dari waktu asar tadi die tercium bau yang sangat lah busok. Macam bau taik pun ade. Puas die cari kat seluruh pelosok umah tu tapi hampehhh!! Ape pun takda. Umah tu memang bersih gile. Mana pulak datang bau ni ek?? Die pun hairan lah sebab bau tu makin busok dan buat kan die tak selesa.

Aku lupa pulak nak inform, dia tinggal sorang je kat umah tu, tu yang bertambah seram si Ina ni. Tapi die gagah kan diri untuk membaca ayatul Qursi sebab die memang selalu bace ayat die sebelum tido. Die baca 7 kali pastu terus tertido..

Bukan hari tu je die bau benda busok tu tapi hampir setiap hari sehingga die terpaksa pakai mask yang tutup mulot dan hidung tu. Tu sebab bau busok kan dan yang ini berkenaan cermin yang berada dalam toilet die tu pulak.

Die dapat rasakan sesuatu yang pelik pada cermin ni, sebab hampir setiap kali die melihat cermin tu die mendapati ada bayangan seorang wanita sedang berdiri disebelahnya!!! Wahhh!! Aku pun takot bile dengar die cite kat aku pasal cermin tu.. Pernah jugak die bukak cermin tu dan letak kat bilik stor tetapi sekali lagi die terkejut sebab cermin tu boleh berada kat tempat asal tadi..!!! Fuhhhhh!! Die berisghtifar banyak-banyak that time sebab memang die tak pecaya dengan ape yang dialaminya.. Cermin tu juga seperti boleh berkata-kata. Ni aku tak tau lah imaginasi die or reality. Kekadang bile tengah malam die nak gi toilet die macam terperasan yang di bahagian tepi cermin tu mengeluarkan darah.. Dengan bau hanyir lagi.. Kerana tak tahan dgn gangguan-gangguan tu die pun pulang ke rumah ibunya di kepong kalau tak silap aku.

Sampai situ je dia cite kat aku. Setelah lebih dua bulan dia tak contact aku, aku pun call lah ibu dia nak tanya khabar dia sihat ke tak. Punya lah aku terkejut sebab mak die cakap sekarang dia terlantar sakit akibat mengalami sakit misteri. Mengikot kata ibu die, selepas die berpindah balik ke umah ibunya itu die mengalami perubahan yang mendadak.

Die menjadi semakin pendiam,muram dan cepat marah. Akibat dari sikap ganjil die tu dia telah diberhentikan kerja. Ditambah pulak die sentiasa menangis sorang-sorang. Ibu die pun risau lah sebab die ni anak tunggal kan.. Yang paling teruk seminggu sebelum aku call tu Ina mengamuk macam orang gila dan sering menyebut “Aku takot tengok cermin tu lah!!”. Sehingga memaksa ibunya membuang semua cermin di rumahnya. Dah puas ibunya berikthiar untuk berubat tetapi semua gagal dan sia-sia, sehingga badan Ina ni ditumbuhi bisul yang besar-besar diseluruh badannya.. Sehingga kini aku tak tau apakah sebenarnya yang dialami olehnya sehingga die bertukar menjadi begitu teruk.

Sekarang ni aku dah lama tak dengar berita mengenai dia lagi.. Aku doa kan dia semoga cepat sihat dan sentiasa dilindungi ALLAH SWT.. “Amin”..  Ape yang terjadi pada Ina memang sangat misteri sehingga ke hari ini.

Credit : Dunia Seram

Cerita Hantu – Playground

cerpen.info (10)

Kisah kali ni tentang playground berdekatan rumah aku.. 4 tahun lepas kejadiaan ini berlaku dan sehingga kini masih segar di ingatanku. sebab kejadian ini juga la aku dan adik beradikku yang lain dilarang bermain disana oleh ayahku.. Takut-takut kami pula yang jadi mangsa.

Masa tu hari pertama kite menjalani ibadah puasa, aku dikejutkan dengan berita kematiaan seorang lelaki yang kurang waras. Aku agak terkejut juga ketika itu sebab petang sebelum tu aku membawa adik aku bermain disana.. Kematian lelaki itu akibat dihentak di kepala dengan objek keras sehingga mati, lelaki india berusia lingkungan 40an.. Setahu aku lelaki ni memang selalu merayau-rayau tanpa hala tujuan. Yelah, nama pun tak waras kan.

Semenjak kematian lelaki tua itu, playground tu memang sunyi. Tiada siapa yang mahu bermain disitu, tiada ibu bapa yang izinkan anak mereka bermain disitu. Ramai yang mendakwa ternampak lelaki india itu duduk di bangku playground tu, ada pula yang melihat lelaki india itu merayau-rayau sekitar playground itu.. Ketika itu kawasan perumahan aku ni memang agak sunyi lagi-lagi ketika waktu malam. Desas-desus itu membuatkan ramai orang takut melalui kawasan playground itu.

Dipendekkan cerita, kejadian ni berlaku semasa aku baru pulang dari kerja pada pukul 7.30pm. Masa tu aku naik bas je pergi dan balik kerja. Kebiasaannya selepas turun dari bas aku terpaksa berjalan kaki untuk kerumahku itu. Ketika itu aku memang lupa tentang kisah lelaki india itu. Aku pun melalui kawasan itu sendirian, tetiba aku terpandang playground tu dan aku nampak seorang lelaki india sedang bercakap sendirian.

Aku tak pernah melihat secara terang muka lelaki yang mati itu, jadi aku pun pandang dan manyangka lelaki itu sedang mabuk atau tak waras.. Tetapi tetiba bulu roma aku berdiri tegak.

“Pehal pulak ni” Aku membebel sendirian. Masa tu memang waktu senja pula tu. Makin lama suara lelaki itu kedengaran semakin kuat, dan aku dapat melihat lelaki itu melambaikan tangannya kepadaku sambil tersengih. Ngerinya aku tengok muka dia, muka dia macam ada banyak kesan luka dan parut. aku dah mula takut dan berlari tanpa mempedulikan suara lelaki india tu. Sampai sahaja dirumah, ibuku bertanya kenapa aku seperti dikejar perompak, aku pun menceritakan kejadian tadi kepada ibuku dan dia naik angin sebab dia sudah beberapa kali melarang aku melalui kawasan itu.

Aku ni pelupa orangnya.. Sejak hari tu aku tidak melalui kawasan itu jika aku berseorangan dan berjalan kaki. Playground tu sampai sekarang sunyi. Yang ada hanya lah beberapa orang budak sahaja yang biasanya bermain disitu. Mungkin mereka orang baru di kawasan tu dan tidak mengetahui apa yang terjadi di playground itu.. Jangan lah korang lalu kawasan tu pada malam hari.. Korang mesti akan dengar jeritan atau suara lelaki india itu dan kes kematiaannya itu tiada.

Credit : Dunia Seram

Kisah Seram – Upsi Peristiwa 10 Oktober

Universiti Sultan Idris

Setelah hampir 3 tahun aku menuntut ilmu dekat UPSI dalam bidang diploma muzik, macam-macam kisah seram yang berlaku di UPSI antaranya kawasan tadahan air selatan, fakulti muzik dan seni persembahan (Fakulti aku) dan yang paling popular sekali adalah kawasan bangunan E-Learning kampus lama.

Aku tau korang yang baru masuk ni kurang ke kampus lama dekat Tanjung Malim ni, sejak adanya kampus baru dekat Proton City, kampus lama kurang digunakan. Yang selalu gunakan kampus lama macam biasalah budak muzik, PAKK, dan ada satu dua fakulti lagi yang masih kekal dekat kampus lama ni.

Berhantukah bangunan di UPSI ?

Perghh.. Jangan tanya macam tu, pada yang tak kena memang tak akan percaya benda-benda halus sebegini tapi bagi aku dan certain mates aku yang dah melalui perkara ini, boleh dikatakan ianya benar dan tak tipu la.

Sebab aku student music, so aku lebihkan sikit cerita yang ada dekat fakulti aku.

Sebagai pelajar muzik, fakulti tu dah jadi rumah no.2 kami. Siang malam practise kadangkala sehingga larut malam dalam 12.30 am sehingga 1.00 am. Tak lain tak bukan practise dan sebagainya.

Ada peristiwa seram yang berlaku dibahagian parking kereta sebelah belakang fakulti muzik bersebelahan dengan fakulti Seni, Area parking tu ada pokok-pokok agak besar yang merimbun sebagai tempat berteduh bagi yang bawa motor.

Nak dijadikan cerita, aku yang baru je habis practise malam dalam jam 11.30pm nak balik tetiba kawan pempuan aku sorang ni menjerit bila lalu dekat pokok tu. Mak Aihh.. Berderau darah dibuatnya . Rupa-rupanya dia menjerit sebab ternampak kakak pakai baju putih (pontianak) tengah bertenggek dekat atas pokok tu.

Haih.. Seriau dibuatnya , tak pasal-pasal panggil unit penerbit fakulti muzik untuk berikan bantuan. Jika nak diceritakan pasal fakulti muzik macam-macam area yang BENDA tu port. Dalam Panggung Budaya Fakulti muzik dan Seni persembahan, Tak boleh duduk dalam tu waktu maghrib, dikatakan laluan panggung tu “Jalan” untuk mereka (makhluk halus) menuju ke sungai belakang fakulti.

Bukan setakat tu jer, area bilik tradisional (Gamelan terutamanya ) lagi seram dekat pokok besar depan tu. kawasan loker tingkat 2 (Area bilik pensyarah ), kawasan bilik recital, pergh meremang aku cter ni. kawasan-kawasan ni kalau lalu siang pon rasa lain macam.. Sejuk jer dan suram.

Memang la benda-benda tu semua ada, tapi diri sendiri yang kena kuat untuk hadapi benda tu. hahaha..

Aku rasa aku nak sambung artikel ni dalam Kisah Seram Upsi 10 Oktober , Aku nak tulis panjang-panjang lenguh pulak jari ni, keep in touch, artikel ni aku akan update sebab malam ni aku nak study esok final exam dah.

Jadi kepada yang baca artikel ni, share-share lah dengan kengkawan lain agar semua dapat tahu mengenai kewujudan entiti asing yang berada di sekitar kawasan upsi terutama kampus lama yang terletak di tanjung malim.

Pada yang lemah semangat, tidak digalakkan untuk membaca artikel ini sampai habis, takut terbawa-bawa sampai ke mimpi tapi nanti korang rugi la sebab tak baca sampai habis.

Berikut merupakan pengalaman aku sendiri dan petikan-petikan dari cerita-cerita legend yang sempat aku salin dan jadikan bahan bacaan korang semua.

Wanita Berbaju Putih Muncul Di dalam Panggung Budaya, Fakulti Muzik dan Seni Persembahan

Kisah ini aku kongsikan secara terbuka dengan korang semua kerana benda ni berlaku pada tahun 2013 dan aku berada di tempat kejadian. 10 oktober 2013, Batch Pertama diploma muzik tengah buat reheasel untuk final project dalam panggung (Fippro2013), kejadian berlaku dalam tempoh masa 9.30 – 11.30 malam.

Yang mana reheasel sedang dijalankan, lampu gelap dan sebagainya, semua berada di tempat masing-masing dekat atas pentas. Malam itu semua yang terlibat memakai pakaian hitam termasuk krew (Aku jadi krew time ni), tiba-tiba, kami nampak ade kelibat perempuan berambut panjang memakai t-shirt putih lalu dekat kawasan tempat duduk penonton sekali lalu, Kehadirannya disertakan dengan bau wangi yang datang secara tiba-tiba dan hilang macam tu jer.. Huh. Siapa yang tak seram wei, yang penting , time reheasel tu, semua benda tak menjadi, spoil sana – sini .. huh dugaan2.

Sekelip mata jer hilang dan jadi persoalan pada kami siapa perempuan tu sebab tengok dari gaya, kami tak kenal siapa dia dan dari mana dia datang, Kalau korang nak tau, orang kata, Area panggung budaya tu laluan bunian menuju ke kampung mereka yang ada dekat sungai belakang fakulti muzik tu.

Cik Bedah Berkeliaran di Tadahan Utara Upsi.

Untuk kes yang ni aku tak dapat cari lagi, so korang ley la google mana-mana port untuk pastikan kesahihan berita ni, yang penting kawasan ni pernah dijadikan lokasi shooting drama yang meletop awal tahun 2014 ni.

Kes Bunuh Diri Wanita Mengandung.

”Kes perempuan bunuh diri tu yek… nanti ada satu tarikh setiap tahun ada nampak jelmaan perempuan nak bunuh diri kat bangunan lama tu… pompuan bunuh diri sebab ditinggalkan bf dalam keadaan dia ngandung tu ke? pernah dengar cerita daripada kawan serumah masa lawat UPSI dulu. masa tu stay 3 hari kat Kolej Za’aba. dah lupa kisah sebenar macam mana. yang pasti salah satu tempat jelmaan pompuan tu selalu datang mengilai kat belakang rumah diorang… yang ku tau tarikh hantu tu kuar kat upsi setiap 10 Oktober

Aku ada dengar orang cakap la…. kalau nak nampak antu tu pada tarikh 10 oktober tu, pada waktu tengah malam cuba tengok bawah celah kangkang tengok bumbung bangunan suluh budiman tu, akan nampakla.

Mati Terjun Bangunan.

kes budak nie bunuh diri sebab kecewa dengan pakwe dia yang hamilkan dia.. Dia terjun dari bangunan.. Tak leh bagi tau.. Bagunan tu stil ader.. Bilik pompuan tu pun masih ader.. Dulu tu bangunan asrama.. Now dah tak der asrama dalam kampus utama.. Anak dia plak dia letak kat loker.. Mati gak.. Setiap kali 10.10 roh dia akan merayau cari pensyarah yang hamilkan dia tu.. Semo lecturer disuruh tuk kosongkan bangunan canselori b4 maghrib (agaknya)

Credit : Sumber 

Kisah Seram – Kranji Dam

Kranji Dam

Nama saya, Faddy Seah. Saya ingin berkongsi pengalaman saya. Ini terjadi sekitar dua tahun lalu. Saya merupakan seorang penunggang motosikal. Saya ni jenis degil sedikit. Kalau saya marah atau bersedih, saya gemar beronda-ronda seorang diri ke satu tempat yang digelar “Kranji Dam”. Tempat itu berangin, sunyi, dan boleh melihat kawasan perairan Selat Johor. Apabila saya duduk di sana seorang diri, tenang hati saya.

Ada satu malam, saya tak ingat hari apa, teman baik saya S, mengajak saya lepak di “Kranji Dam”. Oleh kerana saya bosan di rumah, saya ikutkan saja. Boleh panaskan enjin motosikal saya sekali. Saya tak fikir apa pun kerana dah biasa beronda di tempat itu. Bila lepak, tak ada apa-apa yang terjadi. Apabila sampai waktu untuk pulang, saya terpaksa menggunakan tandas untuk sahut seruan alam. Oleh kerana dah lewat sekitar pukul 1 atau 2 pagi, dan tempatnya sunyi, saya suruh S tunggu saya betul-betul di depan pintu masuk tandas wanita. S seorang lelaki, jadi tak boleh teman hingga ke dalam tandas.

Tandas mempunyai dua ruang kecil, satu yang ada jamban duduk, lagi satu yang menyangkung. Bila saya masuk, saya perasan hanya saya seorang yang menggunakan tandas, saya pilih ruang yang ada jamban duduk. Bila saya sedang hendak keluar dari tandas, saya perasan di ruang sebelah bunyi jamban dipam, saya tak fikir apa-apa, mungkin orang lain menggunakan tandas sebelah. Bila saya dah selesai, nak cuci tangan, saya perasan pintu tandas sebelah tutup. Saya panggil S, dan bertanya:

“Ada orang masuk tandas eh?”

S kata, “Tak, tak ada orang yang masuk tandas ni tadi…”

Saya bertanya lagi, “Awak dari tadi tunggu di luar pintu tandas ni ke awak ada jalan-jalan ke tempat lain bila saya dalam tandas?”

S kata lagi, “Dari tadi saya di sini tak ada sesiapa yang masuk kecuali awak, lepas awak, tak ada orang lagi.”

Saya tak percaya kata-kata S, kerana kalau tak ada orang yang masuk selepas saya, siapa pula yang berada di dalam tandas sebelah kan? Kalau S memang dari tadi tunggu saya di luar pintu tandas wanita, mesti dia tak akan terlepas melihat sesiapa saja yang masuk. Saya pula tak mudah percaya benda-benda ghaib sangat. Saya kata pada S dalam bahasa Inggeris, “There is someone in the cubicle next to mine…”

S pun pelik kerana betul-betul merasakan bahawa tiada sesiapa yang masuk tandas selain saya seorang. Saya pun cuba membuka pintu tandas sebelah yang tadi terbuka. Kini pintu itu sudah dikunci. Kami berdua rasa pelik sangat, kerana pintu itu hanya boleh dikunci daripada dalam. Kalau tiada sesiapa yang masuk, macamana pintu terkunci? Bila saya sedang siasat, masih kedengaran bunyi air di dalam. Saya tak mahu endahkan sangat jadi saya cuci tangan di sinki, dah sedia nak keluar. Tiba-tiba kedengaran bunyi pam di tandas sebelah tadi, lepas itu pintu ruang tandas itu terbuka sendiri!

Saya lihat S, S pandang saya balik daripada pintu tandas itu, muka masing-masing terperanjat. Selepas itu, kedengaran paip air diputar dari sinki sebelah. Saya dah mula panik. Apa lagi, saya cabut lari, dengan S sekali lari secepat mungkin ke arah motosikal masing-masing. Naik motor terus kami pecut, tak pusing belakang pun, saya perasan S sedang menggigil sambil tunggang motosikalnya. Sampai di jalan utama dekat dengan kawasan perumahan baru kami berdua hentikan motosikal.

S masih menggigil dan dalam keadaan ketakutan berkata, “WHAT WAS THAT MAN, WHAT HAPPENED BACK THERE? IT WASN’T FUNNY!” Saya kata saya tak pasti, mungkin benda halus. Saya tak begitu panik kerana saya pernah mengalami peristiwa-peristiwa peribadi dengan benda halus sejak kecil lagi, untuk S, itu pertama kali beliau alami. Nasib baik tidak ada apa-apa terjadi pada kami bila sampai rumah. Kami lepak lagi sekejap di kolong blok kami sebelum pulang ke rumah masing-masing. Selepas pengalaman itu, saya masih ronda-ronda di tempat yang sama tapi saya tak akan menggunakan tandas di sana.

Sumber : Dunia Seram

Pontianak Keganasan Dalam Perjalanan Pulang

Pontianak Keganasan Dalam Perjalanan Pulang

Saya ingin berkongsi satu pengalaman peribadi yang sehingga kini tidak dapat hilang daripada fikiran saya.

Apa yang berlaku berlaku tepat pada Disember 2010. Waktu itu malam Jumaat, saya pergi keluar untuk menetapkan telefon rakan saya di Kampung sebelah, aku telah berangkat masuk 7 pm. Pada mulanya saya tidak berasa apa-apa lepas masa sempadan Kampung gelap, tidak ada satu rumah, hanya pokok-pokok renek yang melihat saya di sebelah kiri dan sebelah kanan jalan.

8 pm saya mendapat pengimpal tempat perkhidmatan mudah alih, dan pembaikan persekitaran lengkap mudah alih at 10 pm. Setelah lama tunggu jam sudah merasakan tiada 11:45 pada waktu malam, dan saya mengambil keputusan untuk pulang kerana saya merasa takut jika terpaksa berjalan kaki balik rumah terlalu lewat.

Sewaktu dalam perjalanan balik rumah betul-betul di sempadan Kampung, aku merasa sesuatu yang pelik, Semua tiba-tiba ada bunyi meminati batu berputar di belakang saya. Mula-mula saya tidak benar-benar peduli kerana sesuatu telah berlaku sering di tempat, tetapi semakin lama bunyi bising adalah semakin hampir. Saya cuba untuk menterbalikkan muka lihat kembali, saya tidak nampak apa-apa di belakang saya dan badan saya mula berpeluh.

Saya ingin jalankan sekencang-kencangnya tetapi saya tidak mahu saya rasa takut yang semakin meningkat, maka saya mengambil keputusan untuk berhenti untuk seketika. Bunyi masih ada dan bertukar menjadi suara seorang memanggil, tapi suaranya tidak begitu jelas. Dari situ saya mula merasa jijik tidak karuan.

Tidak lama selepas itu saya cuba untuk tidak mengendahkan suara panggilan itu. Tetapi tiba-tiba suara yang itu mendengar telah semakin hampir, dan saya akan cuba menterbalikkan badan, dan aku terkejut melihat sosok menyeramkan tidak sangat jauh dari saya berdiri, seorang tokoh yang mempunyai muka tiada, dia rambut panjang ke tanah tetapi tidak kakinya atas tanah.

Secara spontan saya menjalankan sekencang-kencangnya tanpa mengira dia dengan saya atau tidak, saya fikir hanya secepat pulang dengan cepat. Selepas memasuki ke kampung-kampung yang terdapat di dalam rumah dan lampu saya mula memperlahankan larian, saya cuba untuk melihat kembali dengan rasa takut adalah sangat tinggi, saya tidak melihat mana-mana tokoh yang lebih jahat, saya fikir mungkin ianya tidak mahu di tempat-tempat yang terang.

Aku mula berjalan menuju ke rumah dengan tanda soal yang besar di kepala, tertanya-tanya kepada diri saya sendiri Apakah makhluk buat saya nampak tadi. Saya akhirnya mula berasa lega kerana itu sudah di depan rumah.

Sebaik sahaja saya menjejakkan kaki di tangga, tiba-tiba bulu tengkuk saya semua kembali. Cukup yakin, Bilakah persekitaran kaki di anak tangga ketujuh tiba-tiba kaki saya di drag. seperti yang saya tampak tadi, tangan dengan kuku yang sangat panjang memegang kaki saya. Masa itu aku cuba menjerit tetapi tidak dapat, seolah-olah saya telah kehilangan suara saya. Saya mula membaca Al-Quran di dalam hati dan akhirnya tangan itu tanpa mengira terlepas. Aku segera berlari masuk rumah dan menuju ke bilik tidur.

Masa itu orang-orang di dalam rumah adalah tidur itu. Saya dengan serta-merta meletakkan badan di katil yang berharap segalanya telah berakhir. Tetapi apa yang saya boleh… hantu yang muncul dalam Bilik manakala berlegar, dan sekarang mukanya kelihatan dapat dilihat dengan jelas kepada saya, wajah hancur dan penuh ulat-ulat menjijikkan.

Aku ingin menjerit hanyasaja sukar, seperti dibahagian depan rumah tadi, saya tidak boleh bercakap. Dari situ saya mula melepaskan jika memang hantu ini mahu membunuh saya tak apa. Saya tutup mata saya di dalam hati saya mula memberi tumpuan membaca semua ayat-ayat Al-Quran yang saya mengingati. Hantu menakutkan itupun akhirnya hilang dan tidak kembali lagi, dan aku akan tidur dengan tahap kebimbangan yang tinggi…

Keesokan harinya saya tidak diberitahu kejadian malam tadi pada orang lain termasuk keluarga saya, cukup saya sendiri tahu kejadian dengan hantu menyeramkan itu.

Kisah Seram – Ada Nampak Suami Saya Tak?

cerpen.info (15)

Aku ingin berkongsi satu cerita.. Dimana cerita ini ada sangkut pautnya dengan bulan ramadhan atau bulan puasa.. Orang cakap, bila tibanya kedatangan bulan ramadhan ini, semua makhluk halus (termasuklah setan) telah digari.

Jenab(bkn nama sebenar) merupakan seorang surirumah sepenuh masa dan baru 8 bulan mendirikan rumah tangga dengan pasangan hidupnya iaitu Jamil sorang nelayan. Mereka baru shaja pindah dirumah pangsa ditingkat 6, kerana sebelum ini mereka tinggal bersama ibubapa Jenab. Ibu Jenab terkenal dengan ‘kelazeran’ mulutnya hinggakan menjadi buah mulut sekitar kampung tempat mereka tinggal. Dan karena mulut ibu Jenab jugalah menyebabkan Jamil terpaksa mencari rumah baru, kerna tidak sanggup menerima cercaan daripada ibu mertuanya itu.

Dengan berpindah ketempat baru, bermakna bertambah jauhla untuk Jamil berulang alik turun ke laut mencari rezeki. Namun bergitu mereka kelihatan bahgia sekali biarpun masih belum menimang cahayamata lagi. Oleh kerana hasil pendapatan Jamil tidak menentu, dia terpaksa bekerja dengan lebih keras lagi untuk menyara kehidupan mereka berdua. Setiap pagi Jenab akan menyediakan ubi kayu rebus dengan kopi pekat sebagai bekal untuk suaminya Jamil bila berada dilaut nanti. Walaupun Jenab ditinggalkan oleh suaminya berhari-hari lamanya, namun begitu dia masih mampu untuk menjaga maruah dirinya.

Tidak jauh dari flat mereka, ada sorang pemuda.. Karim namanya.. Beliau merupakan sorang jagoan rempit (lumba motor) dan sorang jiwang karat roman picisan dikalangan gadis-gadis kilang. Karim bukan shaja ‘terer’ (hebat) dijalan raya, malah dia juga ‘terer’ mengayat awek-awek diflat tempat dia tinggal.. Dia tidak mengira muda, tua, bujang, janda ataupun istri orang semuanya dia sapu. Dia amat berdedikasi dengan ‘kerjayanya’ itu.. Namun begitu.. Hatinya sungguh terusik sejak 2 3 hari ini. Dia tidak mampu untuk melupakan sorang isteri muda yang cantik lagi gebu yang selalu ditinggalkan oleh suaminya.. Ya.. Tidak lain lagi iaitu Jenab.

Hampir setiap pagi.. Dengan berbekalkan motor kapcai yang berbulan ‘sangkut’ (tdk dapat bayar ansuran) Karim akan mengayat Jenab dan cuba untuk bermain cinta dengannya. Namun begitu cintanya tidak berbalas, kerna Jenab sangat setia dengan suaminya Jamil.. Dan menganggap Karim itu macam adik kandungnya sendiri.

Hari berganti minggu.. Minggu berganti bulan.. Jenab mulai risau dengan suaminya yang belum lagi balik dari laut. Kerana kesetiaannya, Jenab tetap menunggu dengan tabah dan percaya suaminya akan balik kerumah juga pada satu hari. Sehinggalah pada satu hari, Jenab telah jatuh sakit, kerana terlalu rindu dengan suaminya itu. Ibubapanya cuba membawa Jenab tinggal ditempat merek, tetapi Jenab selalu berkata “Takpe la mak ayah,Nab nak tunggu juga abang Jamil.. Lagipun Nab dah sediakan makanan kegemaran abang Jamil ni”.kata Jenab kepada ibubapanya. Serba salah ibubapa Jenab dibuatnya.

Setelah berbulan-bulan menanggung derita kerana rindunya kepada suaminya.. Jenab telah menjadi orang kurang siuman.. Kanak-kanak diflat tempat tinggalnya selalu mengacau Jenab dan menggelarnya bermacam-macam seperti Jenab gila laki dan Jenab hantu. Namun begitu Jenab tidak peduli dengan kanak-kanak itu.. Hampir setiap hari.. Tidak kira siang atau malam.. Jenab akan pergi kerumah-rumah sekitar flat tempat tinggalnya dan bertanyakan prihal suaminya..”Assalamualaikum, kamu ada nampak suami aku tak?” cam tu la ayat yang dia slalu guna. Tidak kirala la, kalau orang tidur skali pun.. Dia akan tetap mengetok tingkap atau pintu dan bertanyakan suaminya. Bila waktu malam sahaja.. Hampir setiap rumah di flat itu akan mendapat ‘kunjungan’ Jenab.

Sehinggalah pada satu pagi, penduduk flat itu dikejutkan dengan berita kematian Jenab yang terjatuh dari tingkat 6. Menurut autopsi yang dijalankan, Jenab meninggal dunia ditempat kejadian disebabkan tulang rusuk dan tengkoraknya remuk.

Setelah begitu lama, kisah tentang kematian Jenab telah mula berkurangan, kerana penduduk flat mulai sibuk dengan kehidupan harian mereka.. Lebih-lebih lagi pada bulan ramadhan. Karim yang pada dulunya sorang mat rempit telah mulai berubah, kalau dahulunya dia menjadikan waktu senja sebagai waktunya untuk melakukan onar dan maksiat.. Tapi sekarang bila tibanya bulan ramadhan.. Dia lebih gemar berada di surau membaca al-quran serta sembahyang berjemaah.

Satu maalm, semasa Karim asyik menonton berita jam 9.00 malam.. Dia terdengar seperti ada orang berjalan diluar pintu rumahnya.. Tetapi dia tidak mempedulikannnya.. Tok!tok!tok!.. Pintu rumahnya diketuk “Hish!siapala lagi yang datang malam-malam ni” kata hati Karim. Dia tetap tidak berganjak dari tempat duduknya. Tidak cukup dengan itu, tingkap rumahnya lagi diketuk “Hish!tadi di pintu, sekarang ditingkap pula. .Diorang ni tak tau ke aku nak layan cd ke tv ke ha?” Kata Karim lagi. “Hoi.. Dah orang tak jawap tu, maknanya tak nak layan la, Esok nak puasa lagi” Karim memarihi orang diluar tingkapnya.. Selepas itu dia terdengar orang bagi salam “Er.. Assalamualaikum.. Maaf menggangu.. Ada nampak suami saya tak..  Jamil”. Eh!Suara tu macam kenal, tapi dia kan dah lama meninggal??!!” kata hati Karim yang mulai takut.. “Ada nampak suami saya tak?” Suara itu masih lagi ada diluar tingkapnya. Karim tidak berani untuk menjenguk tengok keluar tingkapnya.. Dia membiarkan sahaja suara itu berlalu pergi.

Sehingga kini roh Jenab masih lagi merayau-rayau kesetiap rumah untuk mencari suaminya. Tidak kiralah.. Bulan ramadhan ka, bulan rejab ka.. Kerana kesetiannya.. Roh Jenab akan mencari suaminya tidak kira dimana sahaja. Dan jika pada satu malam, janganla korang berani menjenguk dipintu atau tingkap, jika mendengar ketukan dan salaman “Assalamulaikum, ada nampak suami saya tak?”

Credit : Dunia Seram

Kisah Seram – Pondok Pisang

Alam Bunian - cerpen.info

Lepas kene selubung dengan ustaz Salleh, Amin sedar-sedar die terbaring kat bawah pokok pisang dalam satu kawasan kampung.. mase tu dah siang.. lepas tu datang sorang pakcik.. ntah ape name.. Amin ade sebut, tapi aku tak ingat.. tidak pe, kite letak la name die Pak Man la eh…

Pak Man ni owner kebun pisang tu.. agak die nampak Amin macam lost, die bawak la Amin balik.. Dalam perjalanan balik ke rumah pak Man, Amin tengok keliling sume orang kampung tu pakai kupiah, perempuannya pun macam tu.. Semua bertudung, takde yang free hair dari kecik hingga ke dewasa.. Amin kebetulan pakai ‘suit’ ngaji die malam tadi.. suasana kampung pun agak purba.. sebab motor kereta semua antik-antik belake.

Sampai kat rumah pak Man, Amin kenalkan diri.. pak Man tanye die datang dari mane.. Amin sebut la name taman tempat kitorang duduk.. pak man cakap takde name taman yang amin cakap tu kat situ.. pak Man assume Amin sesat.. Amin jadi makin gelisah la, die menangis sepanjang hari kenangkan parents die, sebab amin ni Anak tunggal.. pak Man cube la pujuk Amin dalam satu hari tu.. Malam tu, pak Man janji esoknye akan cari ‘taman’ yang amin cakap tu.

Seperti dijanjikan, lepas sarapan pagi, pak Man bawak la Amin untuk cari ‘taman’ die tu.. pak Man tanye la orang-orang kampung yang berselisih dengan mereka.. takde sorang pun tau pasal ‘taman’ tersebut.. mereka berdua kecewa.. pak Man cakap, kalau 3 hari cari rumah Amin masih tak jumpa, pak Man janji akan amek Amin sebagai anak angkat.. dan duduk dengan pak Man selagi tak jumpa rumah Amin.. memandangkan anak pak Man semua perempuan dan belum ade anak lelaki lagi mase tu.

3 hari berturut-turut cari, masih tak jumpa.. Confirm la Amin jadi anak angkat pak Man.. Since hari tu, pak Man jage Amin macam anak sendiri, jage makan /pakai Amin.. hantar Amin gi sekolah.. pak Man membesarkan Amin dengan penuh kasih sayang katenye.. walaupun berat hati, lame-lame die selesa dan amat serasi dengan keluarga baru die tu.

bak kate pepatah, orang berbudi, kite berbahase, tamat sekolah zaman sekolah Amin, dia lah yang usahakan kebun-kebun pak Man demi menyambung warisan pak Man, memandangkan pak Man dah makin tua dan Amin satu-satunya ‘anak’ lelaki pak Man.

Dipendekkan cerite, dewasanye si Amin, pak Man satukan amin dengan salah sorang anak pak Man.. hasil hubungan diorang, Amin dikurniakan seorang cahaya mata.. ’hero’ katenye.. So, mereka bahagia la hidup hingga anak mereke ni mule sekolah.

Nak di jadikan cerite, satu hari, anaknye pulang dari sekolah dan terus mencari Amin di kebun.. kebetulan mase tu Amin tengah kutip buah pisang untuk di jual.. Agak terkejut si Amin, sebab anaknya tu tak terus pulang ke rumah.. Tiba anaknya, terus ditanya “ayah, ape beze manusia nyata dengan kite yang ‘BUNIAN’ ni ayah??” amin pun,”haaaaaa??!!!!” Amin terus tak sedar.. sedar-sadar die dalam rumah ustaz Salleh..

Macamtu la kisah si Amin…

agak mengarut kan??

Berpuluh tahun hidup kat situ rupenye satu hari pun tak sampai duk kat rumah ustaz Salleh..

Tapi, lepas dari haritu, perubahan yang sangat ketara terhadap diri amin.. ’lurus’nye dah hilang.. Amin nampak lebih matang dari kitorang.. kadang-kadang kite buat bende tak betul sikit, die akan nasihat.. dah macam orang tua dah si Amin tu.. padahal sebaye je.. nasihat-nasihat die semuanye logik dan boleh diterime.. mungkin sebab die dah ade ‘anak’ kot.. tu yang mematangkan die.

Tak tau la samade Amin hanye mimpi waktu tu, atau die betul-betul pergi ke alam ‘bunian’.. wallahualam.. Allah je yang tau sejauh mane kebenaran perjalanan si Amin.. Ustaz Salleh pun takde komen banyak pasal benda ni.. mungkin Smin agak istimewa.. tapi die memang dah banyak berubah.. die seolah-olah bukan rakan sebaye aku time tu.

Bile sekarang ni aku fikir balik pasal hadiah yang selalu ustaz Salleh bagi (barang-barang antik), untuk murid die yang cemerlang tiap-tiap minggu tu, besar kemungkinan ustaz Salleh ade kaitan dengan ‘mereke’.. 1- sebab kalau barang antik tu ustaz Salleh punye, takkan die boleh bagi suke-suke.. pade aku, ade sentimental value tu.. 2- die boleh hantar Amin ke ‘sane’.

Sumber : Dunia Seram

Kisah Misteri – Bilik Mayat

Apakah Pesan Roh Kepada Manusia

Kisah ini diceritakan oleh seorang ustaz yang bertugas memandikan mayat orang Islam di sebuah hospital kerajaan di Selangor. Semoga dapat kita ambil iktibar dan tauladan.

Lebih kurang jam 3.30 pagi, saya menerima panggilan dari Hospital Tengku Ampuan Rahimah, Klang, Selangor untuk menguruskan jenazah lelaki yang sudah seminggu tidak dituntut. Di luar bilik mayat itu cukup dingin dan gelap serta sunyi dan hening.

Hanya saya dan seorang penjaga bilik tersebut yang berada dalam bilik berkenaan. Saya membuka dengan hati-hati penutup muka jenazah. Kulitnya putih, badannya kecil dan berusia awal 20-an. Allah Maha Berkuasa.

Tiba-tiba saya lihat muka jenazah itu sedikit demi sedikit bertukar menjadi hitam. Mulanya saya tidak menganggap ia sebagai aneh, namun apabila semakin lama semakin hitam, hati saya mula bertanya-tanya. Saya terus menatap perubahan itu dengan teliti, sambil di hati tidak berhenti-henti membaca ayat-ayat suci Al-Quran. Detik demi detik berlalu, wajah jenazah semakin hitam.

Selepas lima minit berlalu, barulah ia berhenti bertukar warna. Ketika itu wajah mayat berkenaan tidak lagi putih seperti warna asalnya, tetapi hitam seperti terbakar. Saya keluar dari bilik mayat berkenaan dan duduk termenung memikirkan kejadian aneh yang berlaku itu. Pelbagai pertanyaan timbul di kepala saya.. “Apakah yang sebenarnya telah terjadi? Siapakah pemuda itu? Mengapa wajahnya bertukar hitam?” Persoalan demi persoalan muncul di fikiran saya.

Sedang saya termenung tiba-tiba saya dapati ada seorang wanita berjalan menuju ke arah saya. Satu lagi pertanyaan timbul, siapa pula wanita ini yang berjalan seorang diri di bilik mayat pada pukul 4.00 pagi. Semakin lama dia semakin hampir, dan tidak lama kemudian berdiri di hadapan saya. Dia berusia 60-an dan memakai baju kurung.. ”Ustaz,” kata wanita itu. “Saya dengar anak saya meninggal dunia dan sudah seminggu mayatnya tidak dituntut. Jadi saya nak tengok jenazahnya.” kata wanita berkenaan dengan lembut.

Walaupun hati saya ada sedikit tanda tanya, namun saya membawa juga wanita itu ke tempat jenazah tersebut. Saya tarik laci 313 dan buka kain penutup wajahnya. “Betulkah ini mayat anak mak cik?”tanya saya. “Mak cik rasa betul.. Tapi kulitnya putih.” “Makcik lihatlah betul-betul.” kata saya. Selepas ditelitinya jenazah berkenaan, wanita itu begitu yakin yang mayat itu adalah anaknya. Saya tutup kembali kain penutup mayat dan menolak kembali lacinya ke dalam dan membawa wanita itu keluar dari bilik mayat.

Tiba di luar saya bertanya kepadanya. “Mak cik, ceritakanlah kepada saya apa sebenarnya yang berlaku sampai wajah anak mak cik bertukar jadi hitam?” tanya saya. Wanita itu tidak mahu menjawab sebaliknya menangis teresak-esak. Saya ulangi pertanyaan tetapi ia masih enggan menjawab. Dia seperti menyembunyikan sesuatu.”Baiklah, kalau mak cik tidak mahu beritahu, saya tak mahu uruskan jenazah anak mak cik ini. ” kata saya untuk menggertaknya.

Bila saya berkata demikian, barulah wanita itu membuka mulutnya. Sambil mengesat airmata, dia berkata, “Ustaz, anak saya ni memang baik, patuh dan taat kepada saya. Jika dikejutkan di waktu malam atau pagi supaya buat sesuatu kerja, dia akan bangun dan buat kerja itu tanpa membantah sepatahpun. Dia memang anak yang baik. Tapi..” tambah wanita itu lagi “apabila makcik kejutkan dia untuk bangun sembahyang, Subuh misalnya, dia mengamuk marahkan mak cik. Kejutlah dia, suruhlah dia pergi ke kedai, dalam hujan lebat pun dia akan pergi, tapi kalau dikejutkan supaya bangun sembahyang, anak makcik ini akan terus naik angin. Itulah yang mak cik kesalkan.” kata wanita tersebut. Jawapannya itu memeranjatkan saya.

Teringat saya kepada hadis nabi bahawa barang siapa yang tidak sembahyang, maka akan ditarik cahaya iman dari wajahnya. Mungkin itulah yang berlaku. Wajah pemuda itu bukan sahaja ditarik cahaya keimanannya, malah diaibkan dengan warna yang hitam. Selepas menceritakan perangai anaknya, wanita tersebut meminta diri untuk pulang. Dia berjalan dengan pantas dan hilang dalam persekitaran yang gelap. Kemudian saya pun memandikan, mengapankan dan menyembahyangkannya.

Selesai urusan itu, saya kembali ke rumah semula. Saya perlu balik secepat mungkin kerana perlu bertugas keesokan harinya sebagai imam di Masjid Sultan Sallehuddin Abdul Aziz Shah, Shah Alam.

Selang dua tiga hari kemudian, entah kenapa hati saya begitu tergerak untuk menghubungi waris mayat pemuda tersebut. Melalui nombor telefon yang diberikan oleh Hospital Tengku Ampuan Rahimah, saya hubungi saudara Allahyarham yang agak jauh pertalian persaudaraannya. Selepas memperkenalkan diri, saya berkata, “Encik, kenapa encik biarkan orang tua itu datang ke hospital seorang diri di pagi-pagi hari. Rasanya lebih elok kalau encik dan keluarga encik yang datang sebab encik tinggal di Kuala Lumpur lebih dekat dengan Klang.”

Pertanyaan saya itu menyebabkan dia terkejut, “Orang tua mana pula?” katanya. Saya ceritakan tentang wanita berkenaan, tentang bentuk badannya, wajahnya, tuturannya serta pakaiannya. “Kalau wanita itu yang ustaz katakan, perempuan itu adalah emaknya, tapi.. emaknya dah meninggal lima tahun lalu!” Saya terpaku, tidak tahu apa yang hendak dikatakan lagi. Jadi ‘apakah’ yang datang menemui saya pagi itu? Walau siapa pun wanita itu dalam erti kata sebenarnya, saya yakin ia adalah ‘sesuatu’ yang Allah turunkan untuk memberitahu kita apa yang sebenarnya telah berlaku hingga menyebabkan wajah pemuda berkenaan bertukar hitam. Peristiwa tersebut telah terjadi lebih setahun lalu, tapi masih segar dalam ingatan saya.

Dia mengingatkan saya kepada sebuah hadis nabi, yang bermaksud bahawa jika seseorang itu meninggalkan sembahyang satu waktu dengan sengaja, dia akan ditempatkan di neraka selama 80,000 tahun. Bayangkanlah seksaan yang akan dilalui kerana satu hari di akhirat bersamaan dengan seribu tahun di dunia. Kalau 80,000 tahun?

Wallahu’alam.

Credit : Sumber

Kisah Seram – Bunyi Orang Mandi Dalam Bilik Air

Bunyi Orang Mandi Dalam Bilik Air

Cerita ni pun berlaku kat aku, 7 tahun yang lalu. Masa tu aku join satu aktiviti peringkat kebangsaan dan kami ditempatkan kat sebuah maktab perguruan yang femes di Sarawak (nama dirahsiakan). Untuk pelajar pompuan sekolah kami dan tiga sekolah yang lain, kitorang ditempatkan di sebuah hostel lama yang berdepan dengan padang berkumpul. Wah~ kitorang hepi sangat sebab kat situ la makanan diedar dan bas ambik kitorang, jadi tak payah susah2 kejar bas.

Nak dipendekkan cerita, malam ke-3 atau ke-4 kalu tak silap, kitorang berlatih untuk hari merdeka sampai lewat malam. Kitorang naik bas pertama yang datang pada pukul 12:30. Jalan masa tu sunyi sangat jadi bas tu pecut laju giler sampai ke maktab. Dengan mata telepuk layu dan mengigau cari bantal, kitorang (aku dan Hajar, kawan aku) pun naik tingkat satu, buka suis, tuka baju lalu terus tidur. Aku tak sedar berapa lama aku tidur tapi aku terdengar bunyi alarm clock dari henpon kawan sebilik aku, Appy yang tidur kat katil ke-3 kalu tak silap. Appy selalu set jam pukul 2 pagi jadi aku terus bangun dalam keadaan separuh sedar dan bergegas nak ke tandas. Biasanya, waktu macam tu budak pompuan sekolah lain yang duduk tingkat bawah dah sapu semua bilik air dan tak kasi peluang untuk kitorang mandi (dah la tak senonoh, jalan pakai spender je…cis).

Jadi, aku pun pergi la kat tingkat bawah dengan baldi merah aku. Entah apa pasal, hari ni tak ramai pulak yang rushing. Cuma ada beberapa bilik air yang ada orang tengah mandi. Aku biasanya mandi dalam tandas sebab boleh kencing berak semua sekali jadi aku malas la nak kisah pasal bilik air. Tapi pagi tu, aku mandi agak cepat. Tak sampai 10 minit pun. Aku pun tak berak pagi macam biasa. Sampai je kat bilik, Appy dan Hajar pergi ke bawah, tinggallah kawan aku yang lagi sorang masih tidur tak bangun2. Habis je kawan aku mandi, aku tanya, siapa yang mandi dalam bilik air berdepan dengan pintu masuk (sebab aku tiba-tiba rasa musykil). Tapi kawan aku kata lantai bilik air kering dan pandang muka aku dengan wajah konpius.

Jadi, adalah lebih baik aku tak tau sapa yang mandi seangkatan dengan aku pada pagi tu.

Credit : Sumber