Ragam Hantu Kalimantan Timur

cerpen.info (4)

Kalimantan Timur adalah sebuah kawasan yang berpenduduk sangat sedikit dari daerah pulau pulau lain di Indonesia. Tentu daratan ini memiliki hutan yang sangat luas. Dalam sebuah desa atau dusun ada yang hanya berpenduduk paling banyak dua puluh jiwa.

Walau hutan hutan di Kalimantan Timur telah porak poranda akibat illegal logging dan ’banjir kap’ sejak tahun 70-an yang dilakukan berbagai perusahaan kayu, tetap saja hutan hutan ini tak pernah habis. Kerusakan ekosistim akibat pembabatan memang ada, namun tak banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat pedalaman yang tinggal diberbagai pelosok desa atau dusun.

Pada waktu tahun-tahun 70-an ke bawah, hutan di Kaltim sangat kaya dengan hasil hutan ikutan seperti damar dan rotan. Belum lagi hasil yang terkandung di dalam buminya. Dan setiap hutan sudah tentu ada penunggu atau penghuni yang tak terlihat, dengan sebutan lain kalau bukan orang Gaib atau Bunian, pastilah disebut “Hantu Hutan”. Begitulah kepercayaan masyarakat yang berdiam di daerah pedalaman yang hingga sampai saat sekarang masih sering menjadi buah bibir.

Kalau yang disebut orang bunian atau orang gaib hanyalah satu. Tetapi kalau yang disebut hantu, sangatlah banyak dan beragam.

Hantu Orang

Ada Hantu Orang, yang kalau berjalan dengan rambut terurai ke depan menutupi wajahnya.

Hantu Kuyang

Ada Hantu Kuyang, yang kerjanya mengincar orang beranak atau mati muda. Hantu yang satu ini senang mengisap darah orang yang hendak melahirkan atau memakan mayat wanita muda yang meninggal karena melahirkan.

Hantu Penanggalan

Ada Hantu Penanggalan. Hantu yang satu ini berbentuk kepala tanpa badan dan terbang ke sana ke mari dengan incaran yang sama seperti Hantu Kuyang. Bedanya dia dapat bepergian jauh dengan kepalanya yang bisa terbang.

Hantu Bangsi

Ada lagi yang disebut Hantu Bangsi. Hantu ini keberadaannya di dalam hutan dan berbentuk wanita menggendong anak memburu siapapun yang bisa jadi mangsanya. Anak yang digendongnya masih dengan tali pusar yang terjulur dari kemaluan hingga ke pusar si anak yang digendong. Hantu ini memberi tanda pada mangsanya yaitu dengan setumpuk bercak bercak darah di atas tanah sebanyak tujuh tumpuk. Jadi siapapun yang menemukan bercak darah tersebut jika tak cepat kembali, atau terus berjalan hingga ketumpukan yang ke tujuh, maka jadilah dia korban si hantu. Anak bayi yang digendong dilemparkannya ke arah korban. Anak tersebut langsung melengket dan mengisap darah korban dengan darah yang disalurkan melalui tali pusar kepada ibunya. Korban akan mati kehabisan darah dengan sangat mengerikan karena selain kehabisan darah korban bagai mengering keriput seperti mayat yang dikeringkan.

Hantu Kesot

Ada lagi yang disebut Hantu Kesot. Hantu ini tidak berjalan dengan kakinya tetapi dia berjalan dengan pantat yang dikesotkan di atas tanah. Hantu ini kebanyakan menunggu mangsa yang lewat ditempat dia tinggal. Sasarannya bukan hanya manusia tetapi juga binatang seperti rusa dan babi. Dia baru pindah dari tempatnya ke tempat yang baru jika sudah dapat mangsa. Tetapi jika belum selama itu pula dia berada di sana.

Hantu Kesot bentuknya seperti Orang Hutan, tetapi dia bisa tak terlihat dan mampu mempengaruhi mangsa agar mendekat kepadanya. Ini kata cerita, namun ada pula yang mengatakan Hantu Kesot ini adalah Orang Utan yang sudah tua dan tak lagi mampu berjalan sehingga dia hanya menanti mangsa yang melaluinya. Namun jika benar mahluk tersebut adalah orang utan yang telah ketuaan, tentu jika dia mati ada yang pernah menemukan bangkainya. Benar tidaknya hingga sampai sekarang tak ada yang pasti mengetahuinya.

Hantu Lungun

Ada yang disebut Hantu Lungun. (Lungun adalah semacam peti mati suku Dayak pedalaman yang masih menganut agama kepercayaan). Ceritanya jika ada orang yang meninggal, mayatnya dimasukkan ke dalam Lungun tersebut yang kemudian ditaruh bersandar pada sebatang pohon besar, tidak dikebumikan seperti orang yang sudah memeluk agama Islam atau Kristen.

Lungun tersebut tidak selamanya berada di tempat itu. Pada waktunya Lungun tersebut dibawa dan dikuburkan pada suatu lubang di tebing pinggir gunung. Kalau orang lagi bernasib sial, dia bisa berjumpa dengan hantu Lungun ini. Tetapi bukan berarti yang jadi hantu adalah orang mati yang dibuat ke dalam Lungun tersebut. Hantu yang disebut hantu Lungun ini akan mengejar mangsanya dengan jalan seperti bertumbang lesung. Korban yang dikejar akan ditimpa peti Lungun tersebut hingga tewas. Tentu saja tewas, karena yang menimpa adalah Lungun yang terbuat dari sebatang kayu yang cukup berat.

Hantu Belau

Ada lagi cerita lain tentang hantu hutan di Kalimantan Timur. Hantu yang satu ini bukanlah hantu pemangsa manusia. Tetapi hantu yang satu ini adalah hantu nakal yang kerjanya mengganggu dan menyesatkan manusia jika berada di dalam hutan. Menurut cerita orang yang pernah bertemu, hantu tersebut amatlah kecil bagai anak anak yang baru berumur lima tahun, namun wajah mereka tua-tua dan kebanyakan berambut merah.

Namun ada pula yang mengatakan kalau Hantu yang disebut “Belau“ ini bukanlah hantu. Tetapi bisa disebut manusia kerdil yang sangat liar. Kerjanya bermain di pinggiran sungai sambil mencari ikan sebagai makanan pokoknya. Dalam bahasa pedalaman “Belau“ itu adalah arti dari sebutan kata liar.

Kesukaan hantu Belau ini menyesatkan orang yang berjalan di dalam hutan. Apalagi kalau si orang tersebut memang sesat. Orang tersebut tambah disesatkan ke arah berlawanan dari asal datangnya. Sering Belau ini meniru suara seseorang dengan menyahuti jika orang yang tersesat memanggil-manggil nama temannya yang terpisah.

Makin sering memanggil dan berteriak. Belau pun makin sering menyahut dan meminta agar menyusuri arah suara sehingga orang yang tersesat tambah sesat dan berhari-hari berputar di situ situ saja.

Menurut cerita, kalau di pinggiran sungai yang berpasir banyak terdapat jejak kaki seperti anak-anak, maka dapat dipastikan jejak tersebut adalah jejak kaki Hantu Belau tersebut. Apalagi jeriji telapak kakinya hanya ada empat jari saja.

Nah hal ini hanyalah merupakan petunjuk kalau sekali waktu memasuki hutan. Jika tersesat jangan berteriak supaya tidak disesatkan oleh Hantu nakal yang bernama Belau ini. Namun kalau ingin mencoba, silakan masukilah hutan di pedalaman, siapa tahu dapat pengalaman dan bertemu dengan manusia atau hantu yang disebut “ Belau “.

Credit : Dunia Seram

Cerita Hantu – Playground

cerpen.info (10)

Kisah kali ni tentang playground berdekatan rumah aku.. 4 tahun lepas kejadiaan ini berlaku dan sehingga kini masih segar di ingatanku. sebab kejadian ini juga la aku dan adik beradikku yang lain dilarang bermain disana oleh ayahku.. Takut-takut kami pula yang jadi mangsa.

Masa tu hari pertama kite menjalani ibadah puasa, aku dikejutkan dengan berita kematiaan seorang lelaki yang kurang waras. Aku agak terkejut juga ketika itu sebab petang sebelum tu aku membawa adik aku bermain disana.. Kematian lelaki itu akibat dihentak di kepala dengan objek keras sehingga mati, lelaki india berusia lingkungan 40an.. Setahu aku lelaki ni memang selalu merayau-rayau tanpa hala tujuan. Yelah, nama pun tak waras kan.

Semenjak kematian lelaki tua itu, playground tu memang sunyi. Tiada siapa yang mahu bermain disitu, tiada ibu bapa yang izinkan anak mereka bermain disitu. Ramai yang mendakwa ternampak lelaki india itu duduk di bangku playground tu, ada pula yang melihat lelaki india itu merayau-rayau sekitar playground itu.. Ketika itu kawasan perumahan aku ni memang agak sunyi lagi-lagi ketika waktu malam. Desas-desus itu membuatkan ramai orang takut melalui kawasan playground itu.

Dipendekkan cerita, kejadian ni berlaku semasa aku baru pulang dari kerja pada pukul 7.30pm. Masa tu aku naik bas je pergi dan balik kerja. Kebiasaannya selepas turun dari bas aku terpaksa berjalan kaki untuk kerumahku itu. Ketika itu aku memang lupa tentang kisah lelaki india itu. Aku pun melalui kawasan itu sendirian, tetiba aku terpandang playground tu dan aku nampak seorang lelaki india sedang bercakap sendirian.

Aku tak pernah melihat secara terang muka lelaki yang mati itu, jadi aku pun pandang dan manyangka lelaki itu sedang mabuk atau tak waras.. Tetapi tetiba bulu roma aku berdiri tegak.

“Pehal pulak ni” Aku membebel sendirian. Masa tu memang waktu senja pula tu. Makin lama suara lelaki itu kedengaran semakin kuat, dan aku dapat melihat lelaki itu melambaikan tangannya kepadaku sambil tersengih. Ngerinya aku tengok muka dia, muka dia macam ada banyak kesan luka dan parut. aku dah mula takut dan berlari tanpa mempedulikan suara lelaki india tu. Sampai sahaja dirumah, ibuku bertanya kenapa aku seperti dikejar perompak, aku pun menceritakan kejadian tadi kepada ibuku dan dia naik angin sebab dia sudah beberapa kali melarang aku melalui kawasan itu.

Aku ni pelupa orangnya.. Sejak hari tu aku tidak melalui kawasan itu jika aku berseorangan dan berjalan kaki. Playground tu sampai sekarang sunyi. Yang ada hanya lah beberapa orang budak sahaja yang biasanya bermain disitu. Mungkin mereka orang baru di kawasan tu dan tidak mengetahui apa yang terjadi di playground itu.. Jangan lah korang lalu kawasan tu pada malam hari.. Korang mesti akan dengar jeritan atau suara lelaki india itu dan kes kematiaannya itu tiada.

Credit : Dunia Seram

Kisah Hantu – Siapa Yang Aku Tegur Tadi?

cerpen.info (4)

Masa kejadian, aku nak hantar kak aku ke bus stop. Masa tu kak aku kena kerja shift pagi. Oleh kerana nak ke tempat kerja mengambil masa lebih kurang 1 setengah jam, kak aku terpaksa keluar awal. Bas kilang akan datang pada pukul 5 pagi. Masa tu kampung aku dikelilingi oleh pokok getah. So, jarak dari sebuah rumah ke sebuah rumah yang lain memang agak jauh. Aku selalu teman kak aku kat bas stop tu sehingga bas kilang sampai. Bila kak aku dah naik bas, aku pun terus pulang ke rumah.

Ada sorang penduduk kampung aku yang sama shift dengan kak aku. Disebabkan dia tinggal tak jauh dari bas stop, dia cuma berjalan kaki untuk ke bas stop tu. Masa aku sampai kat jambatan (kat jambatan tu memang gelap dan di keliling jambatan tu ada rimbunan pokok buluh) aku nampak jiran aku yang kerja sama shift dengan kak aku sedang berjalan mundar mandir dalam gelap. Aku cuma nampak dia pakai tudung labuh dan jubah menutupi kaki. (Dia memang pakai jubah bila pergi kerja) Aku pun menegur kawan kak aku tu..

“Hai kak lambat hari ni”

Tapi dia cuma berdiam diri dan langsung tak toleh kat aku.. Aku naik hairan.. Tapi aku tak kisah ler. Aku tak rasa apa-apa pun masa tu. Cuma rasa sejuk jer suasana di pagi tu dan angin sepoi-sepoi bahasa meniup daun-daun pokok di sekeliling jalan tu. Tiba-tiba baru aku teringat bas kilang baru saja pergi dan aku nak bagitau kawan kak aku yang dia dah ketinggalan bas. Aku pun berpatah balik. Aku dah tak nampak pun kawan kak aku tu. Padahal aku baru saja menegur dia. Aku mula rasa semacam. Aku terus jer pecut motor laju-laju dan terus pulang ker rumah.

Lepas solat subuh, aku rasa tak sedap badan. Rasa macam nak demam. Mungkin aku terkejut sangat dengan kejadian dekat jambatan tadi. Aku telan 2 biji panadol dan lepas tu aku terlelap. Aku terjaga dari tidur bila aku terdengar riuh rendah dekat halaman rumah. Aku terus bangun perlahan-lahan dari katil dan aku dengar mak aku sedang bercakap dengan seorang perampuan. Aku seperti kenal suara perempuan tu. Perempuan tu nak minta kat mak aku daun semambu. Katanya anak dia demam campak dan hari ini dia pun tak pergi kerja sebab anak sakit.

Aku rasa tak sedap hati dan aku nak pastikan sipakah yang sedang bercakap dengan mak aku. Aku terus keluar dari bilik dan meluru ke pintu untuk melihat orang itu. Memang sangkaan aku tepat sekali. Apa yang aku lihat dekat jambatan tadi, bukanlah kawan kak aku sebab kawan kak aku sekarang berada di depan mata aku. Dia tak pergi kerja kerana anak sakit.

Credit : Dunia Seram

Kisah Seram – Kak Lang

Kak Lang

Kak Lang hampir diculik

Dalam sekitar tahun 1980-1996, Mak dengan abah membela lembu bagi menampung ekonomi keluarga. Anak ramai, 7 orang semuanya. Dah la ramai yang bersekolah lagi. Setiap kali nak start musim sekolah tahun baru je, mesti mak dan abah jual seekor lembu bagi membiayaiyuran sekolah, beli barang-barang sekolah. Pada mulanya, lembu yang dibela hanya kurang dari sepuluh ekor, Alhamdulillah, semakin meningkat tahun semakin bertambah bilangan lembu-lembu peliharaan orang tuaku. Paling banyak mak cakap adalah sampai mencecah 50 ekor.

Pada sebelah pagi, kakak-kakak dan abang-abang ku semua pergi sekolah… Mak dan abah pula pergi menoreh getah. Bila tengah hari, budak-budak balik sekolah, mak aku akan membawa anak-anak nya pergi menjaga lembu. Tapi, mak aku dia tak bawak semua anak-anak dia. Along aku kuat ngelat, dia malas jaga lembu. Dia selalu bagi alasan nak masak kat rumah dan menjaga adik-adik yang kecil lagi. So, yang selalu jadi mangsa jaga lembu time tu adalah kak lang dan abang ngah aku. kak tih, abang meon, kak cik dan aku masih kecil lagi masa tu. so, kitorang duk umah main konda kondi je lah.

Lokasi kandang lembu kitorang tu terletak di dalam kebun getah milik mak aku. Kebun getah tu pulak bersambung dengan kebun getah jiran-jiran aku. Boleh diklafikasikan sebagai ladang getah jugak la. Bila selepas waktu Zuhur, mak akan bawa abang ngah dan kak lang aku yang masih besekolah menengah tu pergi ke kandang lembu. Pintu pagar dibuka, maka lembu-lembu mak aku pun dengan riangnya keluarlah selepas seharian dikurung. Mak aku akan membawa lembu-lembu ni pergi meragut rumput lalang yang segar bugar di kawasan yang tak berapa jauh dari kebun getah kitorang tu. kiranya masuk kawasan kebun getah orang lain la ni.

Lembu-lembu tu dibiarkan makan kat situ. Mak, abang ngah dan kak lang duduk kat satu port yang redup untuk membuat kerja sekolah sambil memerhatikan lembu-lembu tu makan. Bila dah lewat Asar, mak aku mengajak abang ngah n kak lang balik. Maka, lembu-lembu tu pun menuruti arahan mereka bertiga. Semua lembu dah masuk dalam kandang. Mak aku dah kira siap-siap, semua cukup.

Tiba-tiba abang ngah jerit kat mak, cakap yang kak lang dah hilang. Mak aku ni dah rasa lain macam dah. Dia tau ada satu tempat dalam hutan tu macam keras sikit. So, tampa bazir masa mak aku suruh abang aku setelkan lembu yang dalam kandang tu dulu. Mak aku gi kat lokasi yang keras tu. Sah! Kak Lang tengah berjalan nak masuk dalam “kawasan” itu. Nasib baik mak aku sempat panggil dan tarik kakak aku sebelum masuk dalam belukar tu. “Orang nak cari Dara, tadi nampak dia masuk dalam hutan ni” Ujar kakak aku sambil ditarik mak aku menuju ke kandang lembu kitorang. Untuk pengetahuan semua, Dara tu adalah nama untuk satu lembu betina kitorang. Mak yakin yang Dara dah masuk dalam kandang dah tadi. Abis, lembu ke apa ke yang kak lang aku nampak tadi tu? Nak kata babi hutan, menurut kak lang, dia memang nampak jelas Dara masuk dalam hutan tu.

Menurut mak, mungkin makhluk halus yang mendiami belukar tu berminat nak menculik akak aku. Dan dengan itu, dia menjelmakan lembu supaya kakak aku terpedaya. Nasib baik tak ada apa-apa yang terjadi. Syukur Alhamdulillah

Sumber : Dunia Seram

Kisah Seram – Diganggu Roh

Tentara Jepun

Tentera Jepun Diganggu Roh

Ketika ditawarkan memasuki sekolah berasrama penuh, hati Zaliah sudah berbunga bunga. Seronoknya tidak dapat diluahkan dengan kata kata. Sudah lama dia menyimpan hasrat untuk memasuki asrama dan belajar berdikari si rantau orang.

Hari pertama masuk ke sekolah tersebut, Zaliah berasa tidak sedap hati. Pertama kali dalam hidupnya terasa demikian, namun dia tidak mengendahkannya. Mungkin kerana terlalu seronok, ujar Zaliah didalam hati. Matanya meligas memandang bangunan asrama yang kelihatan agak usang. Menurut teman temannya, sekolah itu dibina dikawasan bekas markas tentera jepun. Pelbagai kisah misteri pernah dikaitkan dengan sekolah tersebut membuatkan Zaliah seram sejuk.

Suatu malam ketika semua penghuni asrama telah lama diulit mimpi, secara tiba tiba Zaliah dikejutkan dengan suara orang berkawat dipadang sekolah. Dia cuba untuk melelapkan mata, namun suara itu terlalu kuat hingga menggangu tidurnya. Sambil memejamkan mata, Zaliah membebel bebel tidak puas hati, mengharapkan suara itu senyap. Tapi suara itu tidak juga berhenti.

Sambil mengosok gosok mata, Zaliah lantas bangun menuju tingkap yang menghala ke padang sekolah. “Siapalah yang pagi pagi buta dah berkawad ni?” getusnya geram. Dengan perlahan dia membuka cermin tingkap. Matanya yang layu terkebil kebil memerhatikan suasana padang yang lengang. Eh, suara bukan main kuat. Tapi mana orangnya? Desis Zaliah didalam hati. Puas dia mencari, namun hampa belaka.

Suasana dingin tiba tiba mencengkam malam. Zaliah mula merasa seram. Fikirannya mencari cari alasan logik dari mana datangnya suara itu, namun dia buntu. Angin malam yang tiba tiba menderu ke arahnya membuatkan Zaliah kalut. Dengan pantas jemarinya segera menutup tingkap dihadapannya.

Bila diamati suara itu, Zaliah dapat mendengar bait bait ayat yang dituturkan. Namun dia gagal memahaminya kerana ia tidak dalam bahasa melayu mahupun inggeris, sebalinya bahasa jepun! Tidak menunggu lama, Zaliah bergegas ke katilnya. Sambil berselebung, dia cuba untuk melelapkan mata.

Apa yang menghairankannya, tidak ada seorang pun diantara rakan rakannya yang terjaga. Walhal suara itu begitu kuat. Malisa, Wati, Amnah, semuanya seolah olah telah dipukau. Belum sempat tidur lena, tiba tiba tidurnya diganggu sekali lagi. Kedengaran jelas dicuping telinganya bunyi orang berjalan diluar dorm sambil mengheret rantai besi, seolah olah mangsa tahanan yang telah dirantai kaki.

Hati Zaliah mula berdebar debar. Fikirannya mula menerawang teringatkan kata kata orang tentang sekolah itu. Sekolah yang bertapak di kawasan bekas markas jepun itu dikatakan telah banyak kali ‘memakan’ mangsa, namun Zaliah tidak mengendahkan kata kata mereka kerana terlalu ingin memasuki sekolah berasrama penuh.

BElum hilang debaran yang mencengkam dadanya, tiba tiba Zaliah merasakan bunyi tapak kaki itu berhenti dihadapan pintu dormnya. Serentak itu kedengaran pintu dorm dibuka orang. Jelas diruang mata Zailah sesusuk tubuh besar setinggi pintu dorm berdiri dihadapan pintu. Tubuh Zaliah menggigil menahan rasa takut. Hampir hampir dia terjerit tatkala sesusuk tubuh itu malengkah masuk ke dorm sambil megheret rantai besi dikakinya.

Sambil berselubung, Zaliah dapat melihat rupa lembaga itu yang sungguh mengerikan. Matanya terjojol keluar, kulit tubuhnya yang terkoyak disana sini dan baunya yang cukup hanyir membuatkan Zaliah hampir termuntah. Namun dia cuba bertahan. Mulutnya terkumat kamit membaca ayat ayat suci al Quran dengan harapan lembaga itu tidak akan mengapa apa kannya.

Semakin lama sesusuk tubuh yang berpakaian tentera inggeris lama itu semakin hampir dengan katilnya. Serta merta bau busuk mula menyusuk hidung. Hatinya tambah berdebar apabila melihat lembaga itu cuba menyentuh Malisa yang tidur disebelahnya. Dia cuba untuk bersuara untuk megejutkan temannya itu, namun suaranya seolah olah tersekat dikerongkong.

Zaliah menjadi benar benar tidak berdaya. Badannya terasa lemah longlai.. Syurlah ketika itu hatinya masih dapat membaca ayat ayat al-Quran. Berkali kali lembaga itu cuba menyentuh Malisa, namun tidak berjaya hinggahlah akhirnya ia hilang begitu saja. Manakala Zaliah pula tiba tiba pengsan tidak sedarkan diri.

Keesokan paginya, kecoh satu sekolah apabila Zaliah tidak sedar dari tidur. Dia terus dikejarkan ke hospital untuk mendapatkan rawatan. Zaliah bagaimanapun telah sedarkan diri lewat petang itu dan dibawa pulang ke kampung untuk berubat secara tradisional.

Kisah Seram – Jual Kuih

Jual Kuih

Selesai mengaminkan doa Azizul pantas menuruni anak tannga surau untuk pulang ke rumah. Dia perlu segera sampai di rumah untuk menolong isterinya menyiapkan nasi lemak dan kuih muih sebagai sumber rezeki mereka.

Tidak sampai hati dia membiarkan isterinya hanya seorang diri menyiapkan itu ini sedangkan usaha itu dilakukan untuk menambahkan pendapatan mereka. “Hai Zul awal lagi takkan dah nak balik… marilah berborak dulu” sapa tapa apabila melihat Azizul sudah berada di atas motor. “Tak bolehlah Pa… aku kena balik nak siapkan nasi lemak dan kuih-kuih tu… sian bini aku buat keje sorang-sorang, bukan macam korang “balas Azizul. “Ha jaga-jaga sikit Zul kang terjumpa langsuir” celah Nordin cuba menyakat. “Ala Din tu cite zaman pelita minyak tanah, sekarang zaman moden… mana ada lagi semua tu” “Cakap besar nanti jumpa baru tau!” dalam deruman enjin motorsikalnya Azizul masih dapat mendengar tempelakan Nordin kepadanya, tapi dai buat tak tahu saja. Malas nak melayan kerenah mereka. Yang penting dia segera sampai di rumah.

Dia bukan mahu cakap besar, sudah berbulan dia berulang alik ke kawasan perumahan Taman Sejati untuk menghantar kuih kepada penjaja di situ dan acapkali itulah juga dia melalui selekoh Tok Soh yang dikatakan keras dan langsuir menjelma disitu. Namun dia tidak pernah terserempak. Acapkali juga telinganya mendengar cerita berkenaan lengsuir di situ namun apabila ditanya kepada yang membawa cerita mereka menafikan pernah menjumpainya sendiri. Sekadar mendapat cerita dari orang lain. Jadi pada Azizul cerita itu sekadar dibuat untuk menakutkan orang yang melalui selekoh itu pada malam hari. “Esok pagi abang keluar awal sikit” kata Azizul pada isterinya ketika sedang memotong daun pisang untuk dijadikan pembungkus nasi lemak. “Kenapa pula?Kan masih sempat abang keluar macam biasa?” tanya isterinya dari sudut dapur. “Bos abang tu asyik pandang abang semacam jer kebelakangan ni sebab kerap sangat abang lewat”

Azizul bekerja sebagai tukang kebun di sebuah loji air di pinggir pekan Sungai Petani. Azizul sedar setia pagi dia berkejar menghantar kuih ke Taman Sejati yang jaraknya 13 kilometer dari rumah kemudian berpatah balik untuk menghantar anakanya ke sekolah. Selepas itu barulah dia dapat bertolak ke tempat kerja. Memang setakat ini bosnya belum bersuara tapi sekadar menjeling, jadi faham-fahamlah maksudnya itu. Keesokkan hari awal-awal pagi lagi Azizul telah bersiap-siap memasukkan nasi lemak ke dalam bakul sementara isterinya subik menggoreng karipap di dapur. “Awal sangat ni bang, jalan raya masih sunyi lagi”isterinya menyuarakan kebimbangan. “Dah pukul 5 awal ape lagi, van kilang pun dah keluar amik pekerja masa ni. Dahla mintak kuih tu”balas Azizul sambil mengikat raga di pelantar motornya. Azizul menhidupkan enjin motornya dan meredah kegelapan pagi untuk ke Taman Sejati.Memang benar kata isterinya jalan masih sunnyi.Tiada satupun van kilang yang berselisih dengan pagi itu. Rupanya hari itu hari Ahad, semua pekerja kilang bercuti.

Pagi itu suhu amat sejuk membuatkan Azizul mengeletar kesejukan. Pandangannya terhad kerana cuaca berkabus. Namun dia tidak berani menambah kelajuan motornya kerana bimbang terlanggar lembu-lembu yang mungkin tidur di tengah jalan raya. Biasanya lembu itu gemar tidur di atas tar untuk memanaskan badan. Ketika melewati Selekoh Tok Soh seorang gadis menahan motorsikalnya. Azizul memberhentikan motornya di hadapan gadis itu. Pada fikirannya mungkin gadis itu pekerja kilang yang keluar untuk bekerja pada hari minggu bagi mendapatkan duit lebih. “Nak beli kuih?” Gadis itu mengangguk, baunya sungguh harum. Namun Azizul tidak ambil pusing kerana padanya gadis dan wangi-wangian memang tidak dapat dipisahkan. Azizul sudah lali dengan bau pewangi gadis pekerja kilang apabila mereka singgah di gerai tempat dia meletakkan kuih. Bila lima gadis turun serentak bau wangi itu takkan hilang walaupun van kilang telah berlalu pergi. Oleh kerana suasana masih gelap Azizul menyalakan lampu suluh yang dibawanya bagi membolehkan gadis itu memilih kuih yang dikehendakinya. Gadis itu mencapai plastik yang tersangkut di raga motor lalu mengambil 2 bungkus nasi lemak dan 3 ketul kuih seri muka. “Dua ringgit semuanya” kata Azizul. Gadis itu menghulurkan dua keping wang kertas dan berlalu pergi. Azizul memasukkan wang itu ke dalam kocek seluar sebelum meneruskan perjalanannya. Ketika mebuat pusingan dia sengaja menghalakan cahaya lampu motornya ke arah gadis itu. Boleh tahan cantiknya, getus hati Azizul. “Cuti-cuti pun kerja juga?” Azizul sengaja melontarkan soalan itu. Tetapi tidak dibalas, hanya senyuman yang terukir id bibir. Azizul kembali meneruskan perjalananya. Dalam hati terdetik betapa beraniya gadis itu menunggu van kilang dalam kegelapan malam di tengah-tengah kebun getah pula. Biasa dia melihat gadis menunggu van kilang di awal pagi seperti itu tapi mereka tidak berseorangan, biasanya berkumpulan atau ditemani oleh seorang lelaki. “Jangan-jangan itu langsuir yang dikatakan Nordin semalam?” “Ah mengarut jer,kalau langsuir pasti dia dah pamerkan muka sebenar masa aku berenti tadi. Takkan langsuir nak makan nasi lemak. Kuih seri muka tu nak buat tambah seri muka dia ker?” kata Azizul seorang diri sambil tergelak kecil.  “Awal pagi ni?” tegur penjaja menyedari dia tiba awal dari kebiasaan. “Nak cepat Bang Man. Hari ni kuih seri muka kurang 3 ketul dan nasi lemak kurang 2 bungkus, ada orang beli tengah jalan tadi.” Beritahu Azizul sebelum meninggalkan tempat itu. Azizul bergegas pulang ke rumah untuk menghantar anak ke sekolah pula.

Dia mengerjakan solat Subuh sambil menunggu anaknya menyiapkan diri. “Ayah ,mak suruh minta duit belanja dengan ayah sebab hari ni mak takde duit kecil,” katanya anak sulungnya apabila mereka tiba di depan pintu pagar sekolah. Azizul menyelok kocek seluarnya untuk mengambil duit 2 ringgit yang diberikan oleh gadis pagi tadi. Tapi dia hairan tiada duit cuma daun getah kering 2 helai terdapat disitu.

Tercenggan seketika Azizul dibuatnya. Merasa tak puas hati dia menyeluk pula kocek sebelah lagi, kosong. “Dari mana datangnya daun getah ni, seluar ni baru aku keluarkan dari almari” akalnya ligat berfikir. Sesusuk tubuh gadis tadi terbayang di matanya. Barulah dia sedar gadis tadi bukan gadis biasa, mungkin jelmaan langsuir.  Buktinya 2 helai daun kering ditangannya kini. Seminggu juga Azizul dilanda demam terkejut dan selepas kejadian itu dia tidak akan keluar menghantar kuih selagi belum jam 6 pagi.

 Sumber : Dunia Seram

Cerita Seram – Hantu Polong Mengganggu Suzi

cerpen.info (20)

Kisah ini adalah kisah benar yang berlaku pada rakan penulis sendiri. Ianya diceritakan sendiri oleh rakan penulis. Berlaku pada tahun 2001. Kisahnya bermula di mana rakan penulis (Suzi) adalah tergolong dalam keluarga bisnes yang berjaya . Bapanya seorang usahawan yang berjaya manakala ibunya suri rumah sepenuh masa. Suzi baru sahaja habis  peperiksan SPM dan sedang menunggu keputusan. Suzi tidur di bilik seorang diri manakala 3 lagi adiknya berada di asrama dan sekali sekala sahaja balik ke rumah.

Pada sutu malam ketika Suzi tidur, sekitar jam 1 pagi.. Pintu bilik Suzi terbuka sendiri. Suzi sangat mengantuk dan membiarkan sahaja apa yang berlaku. Dia hanya memasang telinga apa yang berlaku di sekelilingnya. Kemudian dia mendengar ada orang membuka album gambarnya, majalah dan laian-lain. Seolah-olah ada orang yang berada di sebelahnya. Dia hanya berdiam diri tanpa sepatah kata. Esok malamnya perkara yang serupa juga terjadi pada Suzi. Boleh dikatakan setiap malam gangguan berlaku pada Suzi, tidak kiralah dia tidur bersama adiknya atau sesiapa sahaja. Gangguan masih tetap berlaku.

Pada suatu malam Jumaat, Suzi melelapkan mata seperti biasa. Tiba-tiba dia terasa sejuk, lalu dia terbangun. Alangkah terperanjatnya Suzi apabila melihat tingkap terbuka luas, tanpa berlengah Suzi berlari mendapatkan ibu bapanya di tingkat bawah. Suzi, ibu dan ayahnya dengan jelas mendengar bunyi seakan-akan puting beliung berpusing-pusing di sekeliling rumah. Setelah 10 minit berlalu, dengan rasa takut mereka bertiga naik ke tingkat atas untuk ke bilik Suzi untuk melihat apa yang berlaku. Tingkap di bilik ditutup oleh bapanya. Suzi diminta tidur di bilik ibu bapanya sementara waktu. Esoknya ibu Suzi mendapati cermin muka di dalam tandas luar hilang tanpa dapat dikesan.

Malam berikutnya Suzi tidur seperti biasa di dalam biliknya. Tanpa memikirkan apa yang terjadi pada malam sebelumnya. Suzi enak tidur di dalam biliknya dengan leka membaca Majalah Mangga yang baru dibelinya. Leka membelek gosip artis Suzi tertidur sendiri akibat keletihan didapur petang tadi. Tiba-Tiba dia terdengar pintu biliknya terbuka sendiri.. Kreeeekkkkk.

“Ya Allah !!! Astagfirullah Al Azim !!! Auzubillah himinassyaitonirrojim…” Suzi menjerit. Alangkah terkejutnya Suzi melihat dihujung kaki katilnya sebungkus hantu polong yang hangus terbakar mukanya, dengan mata merah menyala yang tersembul keluar mahu menerkam Suzi. Suzi terus menutup muka dengan selimut lalu membaca ayat kursi. Hantu itu terus menyerang Suzi dengan mencekik Suzi sehingga Suzi sesak nafas… Dengan sedaya upaya Suzi melawan Hantu Polong tersebut dengan memegang jari jemari hantu tersebut yang sedang mencekik leher Suzi untuk melepaskan diri sambil membaca ayat-ayat Al-Quran sekuat hati. Akhirnya hantu polong tersebut melepaskan Suzi dan malam itu adalah malam terakhir Suzi diganggu dengan makhluk ciptaan Allah tersebut.

Banyak lagi cerita yang diceritakan Suzi kepada penulis, kerana Suzi mempunyai banyak pengalaman menarik. Suzi juga dianugerahkan Allah indera keenam yang membolehkan Suzi melihat makhluk ghaib tersebut.

Credit : Sumber

Kisah Seram – Jenazah Pulang Ke Rumah

cerpen.info (2)

Kisah ini terjadi pada akhir tahun 1990an di sebuah kampung di Selangor. Kisah ini diceritakan semula oleh rakan penulis kepada penulis untuk dijadikan iktibar. Yusuf (bukan nama sebenar) dan Maryam (bukan nama sebenar) tinggal di sebuah kampung yang aman damai. Pada suatu hari Maryam telah mengajak Yusuf menemaninya ke Pekan untuk membeli barang dapur yang sudah kehabisan. Yusuf memang sangat memahami isterinya  yang sangat rajin memasak, sementelah dia bersetuju untuk menghantar Maryam membeli barang dapur di pekan. Setelah penat membeli belah, mereka berdua pun pulang dengan membonceng motosikal ke rumah.

Maryam sangat gembira kerana pada hari tersebut dia telah berjanji ingin memasak sedap untuk anak-anaknya. Tiba-tiba tanpa di duga motosikal mereka bergoyang dan beg tangan yang dipegang Maryam di sentap oleh peragut bermotosikal , berlaku tarik menarik dan pada masa itu Maryam jatuh ke tas jalan raya dan menghembuskan nafasnya yang terakhir di sisi Yusuf yang pada masa itu mengerang kesakitan. Jenazah Maryam telah disempurnakan oleh penduduk kampung dan ramai penduduk kampung yang mengucapkan takziah pada Yusuf. Pemergian Maryam sangat dirasai anak-anaknya yang masih kecil dan bersekolah. Setelah di sembahyangkan jenazah Maryam telah di bawa oleh van jenazah ke kubur untuk dikebumikan.

Sebelumnya lubang kubur khas untuk jenazah Maryam telah digali oleh Pak Kadir sementelah di mengetahui kematian Maryam seperti yang di amanahkan oleh Tok Imam Majid. Van membawa jenazah bergerak perlahan menghampiri kawasan perkuburan dan berhenti di satu sudut kawasan tersebut. Pintu bonet van dibuka, kelihatan adik beradik dan kaum keluarga arwah Maryam dan Yusuf mengusung jenazah ke lubang kubur.

Kerja-kerja mengebumikan telah berjalan dengan sempurna jenazah dimasukkan dan dihadapkan ke kiblat. Tiba-tiba hujan turun denga lebatnya tanpa da petanda. Tanah ditimbus dengan segera supaya kubur arwah tidak di masuki air. Pak Kadir dan ahli keluarga jenazah bertungkus lumus menimbus liang lahat arwah Maryam. Sesudah di timbus Tok Imam Majid segera membaca talqin untuk jenazah dalam keadaan hujan lebat dan petir tanpa menghiraukan keadaan jubah putihnya yang basah kuyub. Akhirnya, selesai sudah urusan mengebumikan jenazah tersebut.

Malam esoknya kenduri tahlil di adakan di rumah Yusuf untuk arwah Maryam, Selesai sahaja kenduri tahlil dibuat.. Yusuf yang keletihan sejak petang tadi melayan saudara mara yang melawatnya tertidur di katil. Malam itu Yusuf bermimpi didatangi oleh arwah Maryam yang meminta dia membuka tali kapannya yang terlupa dibuka sewaktu dikebumikan. ” Abang, tolonglah maryam.. tolonglah bukakan tali kapan maryam.. tolonglah”. Yusuf terjaga dari tidur dan berfikir sejenak, adakah dia belum membuka tali kain kapan Maryam? Persoalan itu bermain di fikiran Yusuf berulang kali pada malam itu dan menyebabkan Yusuf tidak lena tidur. Yusuf juga terlupa ketika itu.. kerana pada masa itu dia hanya memerhatikan dan sedang kesakitan dan tidak dapat membantu menurunkan jenazah Maryam. Tugas itu diambil oleh adik arwah dan beberapa kaum keluarga yang lain. Mimpi itu tidak diceritakan oleh sesiapa, sehinggalah hari yang ketiga berturut-turut dia bermimpi yang serupa. Yusuf menjadi tidak tenteram, lalu menceritakan pada Tok Imam Majid.

Tok Imam Majid menyarankan Yusuf membuat laporan polis untuk tindakan lanjut. Setelah laporan telah dibuat oleh Yusuf, Pihak Polis, Tok Imam Majid dan beberapa penduduk kampung yang dijemput Yusuf datang untuk membantu Yusuf menggali semula kubur Maryam. Walaupun berat hati, tetapi bagi Yusuf, dia cuba menghuraikan apa yang telah terjadi di sebalik mimpinya. Setelah kubur digali, ternyata benar sangkaan Yusuf.. tali kain kapan Maryam masih belum dibuka, masing-masing yang berada disitu diam membisu dan tergamam dengan apa yang terjadi ke atas Maryam. Subhanallah !!! Kuasa Allah menentukan segala-galanya. Tali kain dibuka dan tanpa berlengah jenazah dikebumikan semula. Tok Imam membaca talqin semula untuk menghomati jenazah simati.

Petang itu, gempar cerita mengenai jenazah Maryam digali semula. Namun, bagi Yusuf dia redha dengan ketentuanNya. Semoga Allah mencucuri rahmat ke atas rohnya. Cerita ini sudah 13 tahun berlaku, tetapi ia sentiasa di ingatan penulis. Kuasa  Allah mengatasi segala-galanya.

 

Credit : Dunia Seram

Kisah Seram – Di Semunyikan oleh Hantu

Di Semunyikan oleh Hantu

Petir berdentum, kilat menyabung. Tiba-tiba emak bersuara, “kau ingat tak dulu aku bantai kau pasal bawak adik-adik kau duduk atas pokok?” Hish dia bukak citer pulak.

Teringat masa zaman kanak-kanak. Saya suka tido kat tree house saya membina kat pokok besar. Kat pokok ni lah jiran-jiran termasuk si Momok semangat yang pernah nampak cik Ponisah duduk-duduk goyang kaki. Tetapi cik Ponisah tu tak pernah pulak kira coz saya tak duduk situ tetapi malam.

Satu hari tu nak dekat maghrib petir kilat menyabung di iringi hujan lebat. Aku angkut dua adik-adik saya yang masih anak kecil letak kat atas pokok konon berlindung daripada lah hujan. Kemudian ada satu jiran saya ni terpekik-pekik dari depan rumah dia suruh aku turun Walson adik-adik tetapi saya buat dono aje. Jiran-jiran lain pun keluar suruh kita turun. Pastu, emak saya yang garang macam singa lapar datang. Adooii kepoh manalah yang dah gi bilang dia. Lepas ketiga-tiga kena heret ke rumah.

Teruk aku kena blasah ngan emak, rembat guna getah paip, berbilai kaki. Kalau ada talian Tele-Dera memang dah lama kena repot. Mak cakap “Petir-petir gini kau bawak adik-adik kau duduk atas pokok?! Kat situ kan ada penunggu! Sikit takde rasa takut eh! Nak jadi setan dok kat pokok petir-petir gini? Kalau kena sambar petir macamana?”

Masa tu tak faham maksud emak tapi sekarang dah tahu. Rupanya makcik kepoh tu nampak dua lembaga hitam, mata merah berpaut kat dahan terjenguk-jenguk kearah kat kita tiga beradik dari celah daun. Bila saya keje balik ayah, habis dia pecahkan rumah pokok saya. Tapi tak kesah pasal saya ada rumah lagi dua. Haha… Satu bawah pokok beringin kat tepi longkang besau, yang lagi satu bawah semak-semak kat Permainan Kanak-kanak. hehe.

Satu hari tu aku tengah kutip berarak-mengkuang orang buang kat pondok sampah. Ntah macamana hari tu memang suwey lah kerana ayah saya samb kat situ. Dia nampak saya tengah lipat berarak tu dia jerit suruh balik. Balik rumah kena bedal lagik lah. Saya nanes lari masuk hutan. Semunyik dalam pokok beringin. Dua tengah sebatang pokok tu berlubang besar cukup untuk menampung dua kanak-kanak. Sebab itulah kununnya hendak beralas berarak-mengkuang begitu bolehlah lepak kat situ lepas sekolah.

Satu malam jiran-jiran yang lelaki riuh mencari saya dengan lampu colok.. Aku nampak dorang panggil-panggil memohon saya, dorang suluh kat bawah pokok beringin betul-betul kat muka saya.. hehe tapi dorang tak nampak saya. Kemudian aku melihat saya abang sulung yang mendekati pokok beringin dengan ayah saya dan beliau pren terbaik.

Dengar abang saya cakap “Dia selalu kat sini”. Lagi satu kepoh ni dah gi pauto. Terkekek kekek aku karena dorang tak nampak saya. Macam rasa ajaib nya. Kemudian saya cakap abang “Dengar tu suara dia ketawa!” Aiyooo ini olang manyak bising wooo… Dorang suluh di dalam pokok maka aku buat muka sedih tengok dorang, pastu saya panik pasal dorang tak nampak aku yang duduk dalam tu. Terus aku meraung menangis panggil ayah saya. Tiba-tiba saya mendengar ayah saya azan kat luar pokok. Saya dengar bestfren beliau dengan beberapa orang baca-baca juga kat luar tu.

Habis aje dorang membaca surah, pekik orang dengar “Itu dia!” menunjuk saya dalam pokok sedang menangis sedih. Ayah saya tak marah pun dia LRK pimpin ajak balik rumah. Barian rumah dia suruh aku mandi pastu makan. Kedua-dua emak dan ayah tak marah aku malam tu.

Seminggu kemudian saya passby kat pokok tu. Fuyooo tak tahu lah carpenter mana dah gi tampal lobang kat pokok tu dengan papan! Tapi saya masih ada satu lagi rumah dalam belukar kat tepi Permainan Kanak-kanak… tapi bila hujan Penyaman masuk dari cecelah daun. Tapi tak best sangat rumah yang No. 3 tu.

Best ingat kisah zaman kanak-kanak dulu. Kuar masuk longkang, rumah kosong jadi karaoke lounge. Teringat masa nak tangkap mengkarung, pastu kena kejar.. Padan muka aku! Lagi satu ialah ‘dogel’ budak Mok semangat hehe. Tapi dia anak bongsu manje tak macam saya selalu kena bleasah. Tak, dia.. dia tak, saya. Selalu kasi panik orang. Sorakan Mok! U my preng!

Credit : Dunia Seram

Kisah Seram – Hotel

cerpen.info (3)

Cite ni kene mase bulan lepas.. “kire-kire baru gak la” agak menakutkan gak la sebab citer betul, kitorang sampai takut mase pergi bercuti tuh.. Cerite panjang sikit ye..

Ajad ngan family ajad pergi bercuti kat Peneng alang-alang nak pergi kenduri kawen kazen ajad..  So kitorang tinggal la kat 1 hotel ni.. “S… M’laysia” lepas kitorang check out, masing-masing pegi bilik masing-masing.. Ade 3 bilik.. Abang Ajad yang 2nd duduk bilik dekat koridor depan sekali dengan kakak ipar Ajad.. Bilik diorang tu kire jauh cam 10m camtu jelah.. Kire dekat gak la.. Mak, abang Ajad yang 1st dengan ayah Ajad duduk bilik sebelah bilik Ajad, abang Ajad 3rd dengan soon to be sister in law.. makcik Ajad dengan family die pon tido situ gak mase tuh sebab isnin tu lak anak die nikah kat masjid dekat ngan hotel ni.. Die tinggal kat bilik sebelah bilk mak Ajad.

Lepas dah check in ngan rehat-rehat kejap, kitorang 1 family keluar la pegi singgah kulim umah tok Ajad kejap, lepas tu kitorang naik feri balik ke peneng  “View Peneng waktu malam cantik sebab berlampu-lampu” mase tu christmas plak, memang traffic jam gile la dekat peneng.. Nak cari kedai makan pon susah sebab kedai tutup pastu dengan jamnye.. Haih, memang berzaman la kalau nak pegi batu feringghi ke, padang kota ke..  “Mementang-mentang aritu jalan-jalan kat peneng, tros ingat name-name tempat” jadi kitorang makan jelah kat 1 kedai mamak nih  “Apa pon tidak ada! lapo punye pasal, tolan jelah ape yang patut”.

Lepas makan, kitorang pon balik la hotel, masing-masing balik bilik masing-masing… bilik Ajad dengan bilik abang Ajad yang 2nd sume dah tido.. Bilik mak Ajad je yang menyalo lagi lampu nye.. Diorang tengah tegok tv mase tuh “Malam christmas kan banyak movies” jadi mak Ajad lepas die mandi, die letak towel kat 1 kerusi ni.. Pastu die terus masuk katil nak tido la.. Pastu abang Ajad dengan ayah Ajad pon tido gak.

Esok pagi tu, sebelum kul 7 la, mak ngan ayah Ajad bangun siap-siap nak pegi breakfast.. Ayah Ajad die pegi mandi dulu.. Mak Ajad nak amik la towel dekat atas kerusi tu.. Tengok-tengok dah takde.. Mak Ajad pon heran, ni mesti ayah ajad gune towel lap lantai.. Tegok kat lantai tidak ade plak.. Nie mesti abang Ajad pakai towel ni.. Cari-cari tak jumpe-jumpe.. Mak Ajad check kat katil.. Tengok-tengok, towel tu elok je terletak kat bawah selimut.. Mak Ajad heran la sebab malam tu die tidak pegi toilet pon, memang tido tros sampai pagi.. Jadi sape yang letak towel tu dekat bawah mak Ajad??? bile time breakfast, mak pon citer la kat kitorang sume.. Memang takut la kitorang sume.. lagi-lagi yang bilik Ajad sebab kitorang punye depan pintu dah la takde lampu bile malam.. Gelap gile.. Pastu bilik 2nd last dari hujung dunie lak tu.. aiii, memang TAK takut la sangat.

Lepas breakfast kitorang pegi la sambung jalan-jalan kat peneng, kitorang pegi bukit bendera – Terjumpe ade 1 group pompuan-pompuan yang agak berusia la dari korea, excited gile diorang naik cable car.. Bile diorang cakap macam diorang sebut “mari potong sayo” dengan slang korea, hahahaha.. Mesti korang try sebut mari potong sayo tu macam slang korea kan??? Hahahaha.. Pastu pegi jalan kat kebun bunge, ade plak monyet nak ngikut kitorang “Nak jadikan pet la tuh, mesti nak kawan dengan TOBEK kucing Ajad”.. Kitorang jalan-jalan sampai penat gile-gile, bile balik hotel mase petang cam kul 3 petang camtu, kitorang mandi pastu tido kejap dalam 2 jam camtuh “penat kot!”.

Sebelum tido tu, kitorang bertige 1 bilik sembang-sembang la kejap, tibe-tibe lampu jalan kat pintu masuk sebelah almari tu kelip-kelip.. Pastu Ajad cakap kat abang Ajad pasal lampu tu.. Abang cakap la kot-kot tu la hantu yang bikin kacau kat bilik mak tu, tros Ajad menyorok dalam selimut.. Yela, katil orang yang paling tepi sekali, dekat dengan KERUSI macam kat bilik mak Ajad tu.. Memang takut la.. kot-kot malam bile tido, ade plak yang duduk kat situ, tenung den yang tongah lena tidak brape nak lena ni.. Aiii, memang jerit sekuat hati la

“MAKKK!! TOLONG!! ADO YANG MEMERHATI!!”

Rupe-rupenye, lutut abang Ajad tertekan suis lampu tu kat tepi katil.. “LEGA RASE HATI”, ingatkan ado plak budak kocik macam juon tu main suis.. Memang gelak-gelak la kitorang, sebab masing-masing cuak.

Malam tu kitorang sambung berjalan-jalan pegi padang kota, makan pasembor, char koey teow, mee udang yang mahal gile-gile… Pastu g lak batu feringghi… Beso beno uptown kat situ, panjang bebeno.. Dah penat jalan, kitorang balik la hotel.. Malam tu, kat bilik abang Ajad yang 2nd, kakak ipar Ajad die tegah nak tido, abang Ajad menyinggah bilik kitorang kejap sebab nak tuntut maggie in cup die tu.. So kakak ipar Ajad tu sorang-sorang… Tibe-tibe, die terdengar bunyi orang berjalan kat atas.. Orang baru check in bilik kot kat atas ni.. TAPI, macam mane plak diorang check in bilik dekat atas sebab floor yang kitorang tinggal ni paling ATAS sekali.. Atas kitorang ni, bumbung je.. Bile kakak ipar Ajad terfikir macam tu, memang tak de nak fikir lain la, teros tido je la.. Buat tak tau sudah.

Pagi esoknye, Ajad bangun awal  “Hari kenduri, kene siap awal sebab nak pegi breakfast skali” Ajad pegi bilik mak, nak hairdryer rambut.. Ajad tanye la mak Ajad yang hantu tu dah tak kacau lagi ke?? ingatkan dah takde, upe-upenye ngaco manusie lagi.. Mak Ajad mase tu tengah packing barang dalam beg.. Mak Ajad cucuk la mascara dalam ade satu ruang ni la.. Ruang ni ketat gile la dalam beg tu.. kire-kire susah la nak keluarkan balik, mak Ajad pergi tempat lain kejap je, tegok-tengok mascara tu terletak balik kat atas meja.. “Aiiii, main-main Nampak” mak Ajad buat tak tau je.. “Nasib bondo tu tak tunjuk muke, kalau tak, sume kat hotel tu pengsan.”

Hotel tu berhantu mungkin sebab bilik kitorng ni tingkat paling atas skali, pastu paling hujung lak tu.. Macam kawasan terpinggir plak.. Mungkin bile cuti je hotel tu penuh, kalau tak asyik kosong je.. Tu yang berpenghuni tu.. So sampai sini je lah citer kali ni.

Credit : Dunia Seram

Kisah Seram – Berbasikal ke Kubur Kassim

Berbasikal ke Kubur Kassim

Nama saya Haikal. Kisah saya ini berlaku sewaktu saya dan rakan-rakan dari ITE telah berbasikal. Kisah ini berlaku lebih kurang enam bulan yang lalu. Kami berbasikal seramai sebelas orang dan dalam kumpulan itu hanya ada seorang rakan perempuan. Niat sebenar kami berbasikal sebenarnya adalah sebagai satu aktiviti bertemu rakan dan membuang masa. Tetapi, memandangkan seseorang daripada kami tersedar bahawa malam itu adalah malam Jumaat, kami pun telah membuat keputusan untuk pergi “adventure”.

Destinasi pertama adalah kubur Jepun di kawasan Upper Serangoon. Di situ, seramai tujuh orang telah masuk ke dalam termasuk saya. Kami telah berbasikal dari East Coast, menuju ke Jalan Kayu untuk makan dulu. Dari situ, kami telah menuju ke Kubur Kassim di Chai Chee kerana kami pernah dengar beberapa orang yang mengatakan kawasan itu sangat keras.

Sampai di sana, seramai lapan orang telah membuat keputusan untuk masuk ke dalam termasuk rakan perempuan yang seorang itu. Saya dan dua orang rakan saya tidak ingin masuk kerana kami tidak sedap hati. Lima minit kemudian, rakan yang perempuan itu pun keluar dan mengatakan dia merasa tidak sedap hati. Jadi sekarang yang ada di luar empat orang dan yang masuk ke dalam seramai tujuh orang. Kami menunggu lama. Sambil menunggu, saya terbau sesuatu yang wangi sangat. Wanginya sehinggakan saya tersedak.

Setelah itu, keluar dua ekor kucing hitam dan bulu roma saya pun meremang. Tetapi rakan yang tujuh orang itu belum lagi keluar. Saya semakin takut tetapi saya diam kerana tidak ingin menakutkan rakan yang lain yang menunggu. Setelah 20 minit, rakan yang tujuh orang itu pun bergegas keluar dan mereka pun ajak kami beredar dari situ dengan segera. Saya hairan kenapa mereka kelihatan cemas. Setelah kami beredar dan berhenti untuk berehat di restoran makanan segera Mcdonalds, saya pun menyoal rakan saya, “Kenapa kau macam kelam kabut?”

Dia pun jawab, “Aku nampak macam susuk badan orang tua di atas sebuah kubur!” Kami pun menjadi takut. Tapi nasib selepas itu memang niat di hati memang hendak pulang. Sampai di sini sajalah pengalaman saya. Kisah saya ini tidak berapa seram tapi inilah salah satu pengalaman yang saya ingat kerana bau wangi yang membuatkan saya tersedak membuat saya takut.

Sumber : Dunia Seram

Kisah Seram – Rasuk

Kisah Seram - cerpen.info

Syah merenung tajam tepat ke mata adik Lin yang baru sedarkan diri sambil tangan kanannya masih memegang ibu jari kaki adik Lin yang bersalut minyak kelapa dan pecahan bawang putih.

“JANGAN GANGGU AKU” jerkah adik Lin lantang sehingga membuatkan se isi ruang tamu rumah mak tua terkejut. “Siapa Engkau?”, soal Syah serius.

“Apa kau peduli?” makhluk yang mengusai adik Lin cuba memutar belit soalan dengan soalan. “Haaa.. haaaa..haaa.. haaa…” hilaian tawa yang berselang selikan amarah berulang-ulang kali. “LEPAS!!!” nada suara yang semakin kasar di luahkan oleh badan seorang gadis kecil berusia 16 tahun pada senja itu.

Jiran-jiran mula bertandang memerhati gelagat seorang gadis yang terbaring dan seorang pemuda yang asing di kawasan perumahan itu. Bisik-bisik jiran tetangga mengatakan dahulu kakak adik Lin meninggal dek perbuatan sihir, kini adiknya dirasuk syaitan pula menambahkan kesedihan di lubuk hati mak tua yang dianugerahkan kelebihan merawat sebelum ini.

Selalunya akan diperkatakan, sang perawat akan di uji dengan ilmunya dan itulah yang berlaku pada mak tua kini. Bila serangan terkena pada ahli keluarganya, dia seakan hilang arah. Tak tau ikhtiar apa yang perlu dilakukan.

Syah terkumat kamit mambaca mentera hikmah sakti dari petikan Al Quran barangkali dari gerak bibirnya dan permulaan Bismillah pada awalnya. Dia bukan seorang perawat, kebetulan kehadirannya di situ dihidangkan dengan tragedi dan spontan dia datang membantu. Berbekalkan sedikit amalan asas sebagai seorang Muslim, berlakulah pertembungan dua makhluk berlainan jasad bersandarkan ilham dan makrifat.

“Keluar dari badan cucu Adam ini, atau kau akan dibakar!!” amaran keras yang menyebabkan adik Lin semakin gelisah dan meraung-raung minta dilepaskan… kedengaran suaranya semakin keletihan dan, “mak… tolong adik mak… adik sakit makkk… sambil teresak-esak menangis.”

Mak Tua cuba merapi anaknya yang longlai itu tapi ditegah oleh Syah. “Mengucap!” perintah Syah pada jasad adik Lin yang lemah itu namun tidak diendahkan dan adik Lin terus memanggil emaknya dan merayu kesakitan. “Mengucap!!” kali ini suara Syah semakin kuat dan tegas.

Setelah tidak mendapat respon dari arahannya, Syah meneruskan membaca ayat-ayat suci dengan kekuatan hatinya sambil menjuruskan hikmah ayat tersebut agar diresapi tubuh badan yang sedang dirasuk dihadapannya.

“Lepassssssssss…!!!!! Panas…!!!” adik Lin menjerit kembali. “Keluar kau iblis!!” Syah kembali mengatur serangan terhadap syaitan yang sedang merasuk tubuh badan adik Lin yang kembali bertenaga. Matanya semakin kemerahan merenung Syah dengan renungan benci yang membuak-buak.

“Aku tau asal usul kau. Nyah kau dengan azab siksa asal engkau jadi, dengan asal engkau memakan diri, Allahu Akhbar!!” Satu tikaman keris ghaib menusuk ke telapak kaki dan adik Lin menggelupur bagai dalam kesakitan yang amat dan pengsan.

Syah meminta air kosong untuk melegakan kepenatan dan tersandar dia di tiang seri rumah mak tua sambil melihat adik Lin yang rebah lemah diremang senja itu.

Syah dapat merasakan kepanasan syaitan yang terbakar dengan kalimah-kalimah suci dan meraung meniggalkan jasad yang dikuasainya tadi.

Matahari semakin menyinsing dan malam mula mengambil tugasan. Sayup-sayup terdengar suara azan Maghrib berkumandang. Jiran tetangga sudah beransur pulang. Mak tua yang dalam kesedihan meriba anaknya yang kelesuan dan di sapukan air mawar berjampikan Yassin dan selawat. Tatkala air itu masuk menusup kerongga adik Lin, tidak semena-mena adik Lin muntah dan mengeluarkan darah dan serpihan-serpihan halus yang tidak pasti apakah ia.

Syah ingin meninggalkan keluarga itu dan berpesan agar mencari guru agama yang dapat membimbing mereka sekeluarga melakukan ibadah bagi mengelakkan dengki khianat syaitan ini menguasai kembali. Mak Tua menghalangnya dan meminta agar dia betah untuk tinggal beberapa jam lagi sehingga anaknya benar-benar pulih.

Syah menerima pelawaan itu dengan senang hati. Dia tidak sanggup menerima imbuhan yang diberikan mak Tua sebaliknya bantuan yang diberikan itu ikhlas. Mak tua juga tertanya-tanya siapakah yang begitu zalim sehingga sanggup menganiaya dia dan anaknya yang masih muda dan tidak tahu apa-apa.

“Semuanya berlaku atas izin Allah, tidak ada satu pun tenaga yang wujud dalam dunia ini tanpa izinNya, redhalah.” Syah menenangkan rintihan mak tua yang sedih memikirkan anaknya yang lemah dan tidak bermaya setelah memuntahkan apa yang digelar sebagai sihir dan santau.

Setelah selesai solat Maghrib, Syah meminta diri untuk meninggalkan mereka kerana masih ada urusan dunianya yang belum selesai. Dalam perjalanan menuju ke destinasi seterusnya yang terpaksa melalui perjalanan yang agak jauh dan gelap. Di fikirannya masih teringat kejadian sebentar tadi. Apa sebenarnya yang berlaku tadi? Kenapa dia boleh berada disitu? Tiba-tiba di terasa bagai ada kelibat di dalam keretanya. Syah cuba memerhati dari cemin pandang belakang dalam keadaan berdebar-debar. Dia bukan seorang pemberani namun berusaha melawan perasaan takut dan gementar.

Sedang kenderaannya melintasi jembatan sempit sambil matanya mencuri-curi pandang dicermin pandang belakang, dia dikejutkan dengan terpaan objek dicermin hadapannya. Syah melakukan brek mengejut dan kenderaannya mengempar kesebelah kanan jalan lalu melanggar sebuah lori yang kebetulan berselisih jalan yang sangat lurus tanpa banyak kenderaan malam itu.

Keadaan menjadi kecoh dan orang ramai mula membanjiri kawasan kemalangan. Pihak polis segera dihubungi dan Syah sedar dan cuba keluar dari kenderaannya. Terdengar suara-suara dari luar kenderaan kecoh dan bising. “encik… encik…” Syah cuba membuka matanya… tetapi terasa agak berat. Telinganya masih terdengar suara riuh dan kecoh.. adakala seperti bunyi kenderaan, adakala seperti suara orang berbisik, adakala seperti suara kanak-kanak… Dia terasa bahunya bagai digerakkan. Dicuba membuka matanya. Pandangannya kabur dan terasa kepalanya amat berat sekali.

“Encik… encik…” terdengar suara wanita memanggilnya. Syah terkejut dan berusaha membuka matanya. “Kereta dah siap encik”, sapa wanita itu. Syah terpinga-pinga dan melihat jam ditangannya kemudian memerhati diluar. cermin bilik menunggu bengkel kereta tersebut.

“Ah.. mimpi seram itu datang lagi menerpa setiap kali aku membaca majalah Mastika… setan betul!!”

Credit : Sumber